SEJAK Tiktok ada, netizen semakin akrab dengan dunia “scoring”, atau pemberian musik pengiring cerita dalam film yang berfungsi memberikan nyawa dan warna.
Dengan scoring, menonton tak lagi terasa hambar. Bahkan mampu meningkatkan mood, dan membawa perasaan nan mampu menggambarkan kesedihan mendalam, hingga riang gembira.
Ditulis Kompas.com, Rabu (30/10/2019), praktik scoring dalam film bukanlah hal baru. Tren ini mulai berkembang sejak 1940-an. Bentuk awalnya merupakan orkestra live yang mengiringi pemutaran film bisu.
Selepas itu, penyisipan musik sebagai pengiring film pun mulai digandrungi. Beberapa scoring bahkan menjadi identitas dari film tertentu.
Orang yang cakap membuat film scoring, disebut komposer. Kiprahnya seringkali mendapatkan nominasi Oscar untuk kategori Best Original Score.
Seperti John Williams (E.T the Extra-Terrestrial, Schindler’s List), Hans Zimmer (Gladiator), James Horner (Titanic), dan lain-lain. Di Indonesia ada Anto Hoed, yang cukup banyak terlibat dalam proses scoring. Sebut saja, Ada Apa Dengan Cinta?, Tentang Dia, Heart, dan Ada Apa Dengan Cinta? 2.
Dari scoring ini kita bisa melihat bahwa musik merupakan salah satu aspek penting dalam peradaban manusia, dengan peran dan fungsi yang kompleks di setiap lini kehidupan. Karena hidup perlu irama.
Seperti kata aktor Johnny Depp, “Musik dapat menyentuh kita secara emosional, saat kata-kata saja tak mampu.”
Bagaimana menurut Anda? (ski)
