News  

INSPIRASI PAGI:  I Did It My Way…!

DALAM dunia modern yang semakin sarat tekanan sosial, tuntutan untuk menyesuaikan diri, dan hiruk-pikuk pencapaian eksternal, lagu “My Way” justru menawarkan antitesis: sebuah panggilan untuk kembali kepada diri sendiri.

Inilah mengapa lagu yang ditulis Paul Anka, dan dinyanyikan legenda musik pop & jazz Frank Sinatra pada tahun 1969, bergema hingga sekarang. Lagu adaptasi dari lagu Prancis berjudul “Comme d’habitude” ini, seolah jadi pengiring berbagai peristiwa penting dalam kehidupan banyak orang.

Dalam setiap nadanya, ada ajakan untuk tidak tunduk pada tekanan, untuk berani berkata, “No, not me. I did it my way.” Kalimat ini, dalam kesederhanaannya, adalah deklarasi kebebasan yang paling intim dan paling kuat.

Salah satu kekuatan utama lirik ini adalah keberaniannya untuk mengakui kelemahan tanpa kehilangan martabat. “Regrets? I’ve had a few, but then again, too few to mention.” Kalimat ini menunjukkan kedewasaan dalam menerima kegagalan sebagai bagian dari narasi hidup.

Bagian paling dahsyat datang pada bait yang menyatakan: “For what is a man, what has he got, if not himself, then he has naught?” Pertanyaan retoris ini menggema seperti lonceng eksistensial yang berdentang di dalam hati.

Seolah kita berbicara kepada semua orang tentang keutuhan diri, keberanian untuk menjadi otentik, dan pentingnya hidup sesuai dengan nilai-nilai pribadi, meskipun dunia mungkin tidak selalu setuju.

Ah… Ini bukan sekadar lagu, melainkan proklamasi, atau pemberitahuan resmi kepada dunia tentang sebuah diri yang merdeka!

Bagaimana menurut Anda? (ski)
_______
REFERENSI: Artikel, “Jejak Nada dan Jiwa: Romantika Kehidupan dalam Lagu My Way Frank Sinatra” oleh Untung Sudrajad.

FOTO ILUSTRASI: Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, saat akan menghadiri sebuah acara belum lama ini. Sebagai seorang pemimpin Li Claudia, dikenal punya keberanian untuk menjadi otentik, dan hidup sesuai dengan nilai-nilai etika dan moral.

Exit mobile version