15 Juli 2024

Kabar Baik dari Batam

INSPIRASI PAGI: Jangan Mudah Panik

FOTO ILUSTRASI: Poster film Train to Busan

“MUSUH terbesar kita saat ini bukanlah virus (Covid-19) itu sendiri, tapi ketakutan, hoax dan stigma. Sementara aset terbesar kita adalah fakta dan solidaritas (sebagai masyarakat),” ujar Direktur Jenderal Baru Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Meski pernyataan ini disampaikan saat dunia dicekam pandemi Covid-19, tapi hingga saat ini masih relevan untuk diterapkan. Khususnya dalam menghadapi ketakutan akibat hoax dan stigma yang marak berseliweran.

Salahkah jika khawatir? Tentu tidak. Tinggal bagaimana mengelola rasa itu menjadi motif yang mendorong kita berusaha lebih keras dan cerdik dalam memahami masalah atau kabar yang datang.

Intinya, jangan panik, tetap tenang dan waspada. Terbukti ketika tenang, bisa berpikir jernih dan mencari jalan keluar. Sebaliknya saat panik, selain membuat kita bertindak tak tentu arah, juga dapat memicu asam lambung atau tekanan darah tinggi, hingga serangan jantung.

Penulis, Harold Stephens, pernah berkata, “Ada perbedaan besar antara kekhawatiran dan perhatian. Orang yang cemas melihat suatu (pada) masalah, dan orang yang perhatian (akan) memecahkan masalah.”

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Baca Juga: INSPIRASI PAGI: Manusia Berpikir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.