“SEMUA orang bisa tahan dengan kesengsaraan, tapi bila kau ingin mengetahui karakter seseorang, berilah dia kekuasaan,” kata Presiden Amerika Abraham Lincoln, ratusan tahun lalu.
Mungkin kita pernah bertanya, bagaimana mungkin orang yang dianggap baik, bisa korup, kejam hingga melakukan perbuatan yang mengerikan lainnya?
Di tahun 1971, Philip Zimbardo, seorang psikolog mengadakan eksperimen di Fakultas Psikologi, Universitas Stanford, untuk mengetahui “pengaruh kekuasaan” terhadap perilaku seseorang. Dia tak menyangka akhinya berujung malapetaka.
Ketika itu, sekelompok mahasiswa baik-baik ia rekrut untuk berperan sebagai seorang sipir dan tahanan. Dalam beberapa hari, para peserta benar-benar terhanyut dalam peran mereka. Para “sipir” sangat kejam dan brutal. Sedangkan “tahanan” sangat depresi sehingga ingin melarikan diri.
Kisah ini mirip dalam novel klasik (1954) “The Lord of The Flies”, karya William Golding, ketika ada sekelompok anak anak terisolasi di sebuah pulau tanpa pengawasan atau aturan sosial, bertindak dengan kekejaman dan kekerasan.
Eksperimen ini menunjukkan bagaimana keadaan, baik sedang berkuasa atau tertekan, membentuk moralitas kita. Kita? Ya, siapa saja bisa menjadi pelaku, juga korban. Semua yang tampak baik-baik saja, akan berubah drastis saat lingkungannya berubah.
“Kepribadian seperti kusir dengan dua kuda yang keras kepala, masing-masing ingin pergi ke arah yang berbeda,” kata Martin Luther King, Jr. Maka, kendalikanlah!
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Kekuasaan & Moralitas
