MUNGKIN kita pernah berhadapan dengan orang yang merasa berhak atas sesuatu. Bisa saja siswa yang berharap nilai A untuk paper asal-asalan, karyawan acuh tak acuh yang marah karena kariernya tak kunjung membaik, atau pelanggan yang menuntut perlakuan khusus.
Emily Zitek, asisten profesor di Cornell University School of Industrial and Labor Relations di Ithaca, New York, pernah meneliti, orang-orang semacam ini selalu ingin melakukan hal-hal dengan caranya sendiri dan merasa layak mendapatkan perlakuan khusus.
Sikap merasa berhak tersebut umumnya ada dalam diri orang-orang seperti ini, karena termotivasi oleh perasaan geram dan marah yang begitu kuat.
Cara menangani, kita bisa mengelus egonya, menempatkannya pada posisi yang sesuai dengan kekuatannya, atau menolak untuk berurusan dengan mereka. Caranya dengan memberhentikan, mengeluarkan dari kelas, atau menghentikan urusan dengan mereka.
Atau ingatkan kepada orang-orang seperti ini, bahwa tak ada sesuatu dapat diraih dengan mudah. Karena sang juara tidak dilahirkan. Namun dibuat dengan ketabahan, keberanian, dan semangat.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
