MENURUT ahli manajemen, saat yang tepat untuk melakukan perubahan ketika kondisi kita, perusahaan atau organisasi sedang sehat dan happy. Bahkan di puncak jaya.
Cuma masalahnya, di saat itulah orang malas melakukan perubahan. Namun ketika akhirnya sakit, terjadi masalah fatal, SDM atau organisasi sudah tidak berdaya lagi melakukan perubahan.
Inilah yang disebut paradox of change. Hal ini jua yang menjadi latar belakang hancurnya perusahaan-perusahaan raksasa, seperti jejaring media cetak, BlackBerry, hingga Nokia.
“Kami tidak membuat kesalahan, bagaimana kami bisa kalah?” tanya CEO Nokia Stephen Elop. Saat itu Nokia merupakan perusahaan ponsel terbesar di dunia, sehingga tak perlu risau dengan serbuan ponsel Android.
Dan kita akhirnya melihat, Nokia kalah dalam persaingan karena siklus bisnis dunia yang berubah sangat cepat.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
