PENDIRI Pakistan Quaid-i-Azam Muhammad Ali Jinnah, punya visi dahsyat agar Pakistan menjadi tempat yang nyaman bagi perempuan dalam masyarakat. Khususnya peran mereka dalam kemakmuran Pakistan.
“Tidak ada bangsa yang dapat mencapai puncak kejayaan kecuali jika para wanita kalian berada di sisi kalian,” ujar tokoh yang lahir pada 25 Desember 1876, di Karachi.
Karena itu, Jinnah menolak segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan. “Kami adalah korban dari adat istiadat yang jahat. Merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan bahwa para wanita kami dikurung di dalam empat dinding rumah sebagai tahanan. Tidak ada sanksi di mana pun atas kondisi menyedihkan yang harus dialami para wanita kami,” jelasnya.
Menurutnya, tidak ada bangsa yang dapat berdiri kukuh jika tidak dapat mengajak kaum perempuan untuk ikut serta bersama kaum lelaki. Bahkan tidak ada perjuangan yang dapat berhasil tanpa melibatkan kaum wanita dan kaum pria.
“Ada dua kekuatan di dunia ini; satu adalah pedang dan yang lainnya adalah pena. Ada persaingan dan perseteruan yang hebat di antara keduanya. Ada kekuatan ketiga yang lebih kuat dari keduanya, yaitu kaum wanita,” ujar politikus dan pengacara yang wafat pada 11 September 1948, tersebut.
Bagaimana menurut Anda? (ski)
INSPIRASI PAGI: Perempuan, Pedang & Pena






