TENTU KITA akan setuju jika disebut bahwa anak adalah belahan jiwa, pelanjut cerita dan cita-cita orang tua. Bahkan anak adalah harta yang akan mengalirkan kebaikan untuk kedua orang tuanya yang sudah tiada.
Hal ini kerap disampaikan Wali Kota Batam/ Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, bahwa anak adalah pelanjut apa yang (para orang tua) sudah dirintis hari ini.
Begitulah seorang anak, statusnya akan selalu melekat tanpa sekat. Maka itu, baik buruknya anak, selalu ada hubungannya dengan orang tua. Bahkan jika kalian ingin melihat diri kita, maka lihatlah pada anak-anak kita itu.
Maka itu, Buya Hamka pernah berpesan, “Hendaklah adab sopan anak-anak itu dibentuk sejak kecil, karena ketika kecil mudah membentuk dan mengasuhnya. Belum dirusakkan oleh adat kebiasaan yang sukar ditinggalkan.”
Roy Budi Efferin, dalam buku berjudul “Sains & Spiritualitas: Dari Nalar Fisika Hingga Bahasa Para Dewa”, bahkan menyubut;
“Satu (Nabi) Muhammad lahir dan Asia pun bangun dari mimpi jahiliah. Satu Yesus hadir, seluruh dunia Barat pun berubah. Satu Gautama tercerahkan, seluruh kepercayaan Hindu-Budha di India meluas. Pun demikian, satu Hitler muncul, seluruh dunia pun terlibat dalam perang dahsyat yang menewaskan lebih dari 20 juta manusia!”
Semoga kita semua bisa menjaga anak-anak kita menjadi komponen –meski kecil– tapi bisa mengubah Batam dan Kepulauan Riau, bahkan dunia, menjadi lebih baik.
Bagaimana menurut Anda?(ski)
