INSPIRASI PAGI: Skin in The Game!

JANGAN percaya omongan orang yang tak ikut terlibat langsung dalam permainan. Sebab, ia tak akan mampu memahami permasalahan dengan benar, serta merasakan betapa sulit, keras, dan kotornya, jika cuma jadi penonton.

Moral inilah yang dikupas Nassim Nicholas Taleb, seorang penulis esai ternama di dunia saat ini, dalam buku kelimanya berjudul “Skin in the Game: Hidden Asymmetries in Daily Life”.

Dia menyoroti semakin banyaknya pemimpin di beragam profesi, baik itu bisnis, birokrat, politisi dan seterusnya, yang tak terdampak atau menanggung risiko keputusan yang mereka ambil. Ini tidak adil dan tidak benar.

Contoh orang-orang yang tak punya “skin in the game” ini adalah Robert Rubin, mantan direktur dan penasihat senior Citigroup. Ketika perusahaan untung, dia ikut makmur, tapi ketika perusahaan bangkrut, dia bebas. Sialnya ditanggung rakyat Amerika Serikat (AS).

Sebagai pembayar pajak, rakyat terpaksa harus menyelamatkan Citigroup dari kebangkrutan, lewat program bail out besar-besaran dari Pemerintah AS.

Hal semacam ini juga ditemukan di negara Konoha. Banyak pengambil keputusan yang tak terdampak oleh keputusannya, karena tak terlibat langsung dan memahami kondisi bawahan atau rakyat.

Akhirnya, yang kaya makin kaya, dan yang miskin makin miskin. Sementara si pengambil keputusan, dapat dengan bebas berbicara apa pun, sesuai selera. Bahkan tak peka dan nir-empati. Protes beras mahal, disuruh makan ubi, protes pajak naik malah diusir. Konoha!

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version