INSPIRASI PAGI: Subjek Aktif Kemajuan

“QUE SERA SERA”. Slogan berbahasa Spanyol ini sangat populer dalam heraldik Inggris, pada abad ke-16. Mulanya berasal dari istilah dalam bahasa Italia “che sarà sarà”, yang berarti “apa yang terjadi, terjadilah”.

John Russell, Pangeran Bedford yang pertama menggunakan slogan tersebut usai pertempuran Pavia di tahun 1525. Slogan ini kian mendunia di tahun 1956, setelah Jay Livingston dan Ray Evans, menjadikannya sebagai judul lagu yang dinyanyikan Doris Day.

Maknanya sangat dalam, yang mengajarkan kita agar tidak over thinking atau cemas akan masa depan. Seperti, “apakah aku akan sukses? Bagaimana jika gagal? Bagaimana jika yang terjadi nanti tidak sesuai dengan harapanku?”

“Que sera sera… What ever will be will be. The future not ours to see, que sera sera.“ Apa yang terjadi, terjadilah. Kita tidak memiliki kewajiban untuk menanyakan masa depan tersebut.

BACA JUGA:  HMR Tugaskan Direktur Lahan BP Batam Tambah Tempat Pemakaman Umum

Jangan khawatirkan apa yang belum terjadi. Fokus pada ikhtiar hari ini. Berikan yang terbaik –dalam neologism Heidegger– “the ontology of the not-yet”, harapan tumbuh karena ada “yang belum”. Yang “belum”, akan selalu menuntut “hadir”.

Dengan begitu kita akan menjadi subjek aktif dalam mengatur pikiran dan emosi, khususnya dalam perubahan dan kemajuan. Bukan sebaliknya, sebagai objek masalah. Apalagi cuma jadi boneka. Bagaimana menurut Anda? (ski)

_____FOTO ILUSTRASI: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), bersama Bupati Karimun H Aunur Rafiq, jalan bersama dalam sebuah acara di Batam belum lama ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *