24 Juni 2024

Kabar Baik dari Batam

INSPIRASI PAGI: The Godfather Effect!

NOVEL (dan film) “Godfather” adalah karya seni bercerita yang mengubah Hollywood, mengubah cara pandang dan cara orang memandang orang Italia-Amerika, mengubah budaya Amerika, bahkan mengubah Amerika!

“Efek sosial-budaya itu diteliti dan ditulis dalam buku “The Godfather Effect” oleh Tom Santopietro (2012),” tulis sastrawan Hasan Aspahani.

Namun apakah Mario Fuzo menulis novel tersebut untuk mencapai efek sedahsyat itu? Menurut Hasan, tidak. Dia menulis “Godfather” karena terlilit utang.
Ini pengakuannya:

“Saya berusia empat puluh lima tahun dan sudah capek jadi penulis. Selain itu, saya berutang $20.000 kepada kerabat, perusahaan pembiayaan, bank, dan berbagai bandar judi serta pemberi pinjaman uang. Memang saatnya untuk berkembang dan bikin buku laris seperti yang pernah disarankan oleh Lenny Bruce. Jadi saya memberi tahu editor saya, “Baiklah, saya akan menulis buku tentang mafia…”

“Saya telah menulis tiga novel. The Godfather tidak sebagus dua yang mendahuluinya; saya menulisnya untuk menghasilkan uang…”

“The Godfather saya tulis selama tiga tahun. Selama proses menulis itu, saya menulis tiga cerita petualangan setiap bulan untuk Martin Goodman secara lepas…”

“Saya malu mengakui bahwa saya menulis The Godfather sepenuhnya berdasarkan riset. Saya tidak pernah bertemu dengan gangster sesungguhnya…”

“Pada akhirnya, saya harus menyelesaikan The Godfather pada Juli 1968, karena saya membutuhkan pembayaran muka terakhir sebesar $1.200 dari Putnam untuk membawa istri dan anak-anak saya ke Eropa. Ketika akhirnya pulang, saya berutang $8.000 kepada perusahaan kartu kredit…”

“Saya pergi ke New York untuk bertemu agen saya, Candida Donadio. Dia memberi tahu saya bahwa penerbit saya baru saja menolak $375.000 untuk hak paperback The Godfather.

Saya menelepon editor saya di Putnam, Bill Targ, dan dia mengatakan mereka menunggu tawaran $410.000 karena $400.000 adalah semacam rekor.

Saat minum kopi, dia mendapat panggilan. Ralph Daigh dari Fawcett telah membeli hak paperback seharga $410.000. Saya pergi ke kantor majalah petualangan untuk mengakhiri pekerjaan lepas saya…”

“Jadi, kalau mau menulis karya laris, maka berutanglah!” canda Hasan dalam tulisannya. Eh, bisa jadi serius ya?!

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.