INSPIRASI PAGI: Wajah Wajah

SEBUAH peribahasa Jepang, mengatakan bahwa manusia, memiliki tiga “wajah” yang masing-masing ditampilkan kepada kategori orang atau suasana yang berbeda. Wajah pertama dan kedua kerap kita tampilkan di media sosial.

Wajah pertama yang kita tunjukkan kepada dunia, diplomatis dan sempurna. Wajah ini kita pasang kepada kenalan maupun teman biasa, yang mendominasi kehidupan, mencakup: keramahan, senyum dan lainnya dengan maksud agar dunia dapat menerima kita dengan senang hati.

Wajah kedua, kita pasang setelah melalui proses hubungan yang panjang, dan setelah terbentuknya rasa nyaman satu dengan lainnya. Misal kepada kerabat dekat serta orang-orang terkasih. Semi-nyata tetapi bukan yang paling jujur. 

Wajah ketiga yang kita sembunyikan dari semua orang, karena itulah cerminan paling jujur dari siapa kita sebenarnya. Wajah ini biasanya muncul ketika sedang tenggelam dalam kesunyian, atau duduk di tempat ibadah meratapi apa yang kita perbuat.

Konsep tiga wajah ini bukan berarti mengajarrkan supaya kita munafik atau berwajah “tiga”, tapi lebih kepada menunjukkan konsep tentang pentingnya tata krama. Lebih tepatnya lagi kecerdasan emosional (emotional intelligence atau EQ).

Psikolog Daniel Goleman, membagi kecerdasan dalam 5 pilar utama: 1. Self-awareness, 2. Self-regulation (mengelola emosi), 3. Motivation, 4. Empathy, 5. Social skills ( menjalin relasi dan memimpin).

Semua keterampilan ini sangat penting untuk berkomunikasi secara efektif, meredakan konflik, hingga mengatasi stres. Bahkan membangun peradaban.

Bagaimana menurut Anda? (riza)
_______
FOTO ilustrasi: AI generated Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

Exit mobile version