Jaga Stabilitas Harga saat Ramadan, Pemko Gelontorkan 96 Ribu Paket Bahan Pokok Murah

JAGA HARGA: Sekda Jefridin foto bersama usai memimpin rapat dengan 86 anggota Asosiasi Distributor Kebutuhan Bahan Pokok Kota Batam, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (16/2/2023).

ENGKUPUTRI, KataBatam- Pemerintah Kota (Pemko) Batam rapat koordinasi kestabilan harga dan ketersediaan stok bahan kebutuhan pokok di Kota Batam jelang Ramadan, yang diperkirakan jatuh 23 Maret 2023 nanti.

Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, sekaligus Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam H Jefridin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (16/2/2023).

Kali ini, rapat koordinasi dilaksanakan bersama 86 anggota Asosiasi Distributor Kebutuhan Bahan Pokok Kota Batam.

“Saya atas nama pak Wali Kota Batam (H Muhammad Rudi/HMR), menyampaikan terima kasih pada para distributor karena bersedia hadir berdiskusi terkait kebutuhan sembako,” ujar Jefridin.

Jefridin selanjutnya mengungkapkan, Pemko Batam melalui Disperindag Kota Batam, akan menyalurkan 96 ribu paket bahan pokok bersubsidi. Tepatnya tanggal 6 s/d 17 Maret 2023.
Paket bahan pokok ini akan dibagikan di 26 titik lokasi, pada 64 kelurahan,atau 12 kecamatan se- Kota Batam.

Seperti biasa, masyarakat hanya perlu membayar sebesar Rp 50 ribu. Dengan paket sembako berisi 5 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kg gula pasir.

Sebenarnya bukan kali ini saja Pemko Batam, menyalurkan bahan pokok bersubsidi. Tahun 2022 lalu, Pemko Batam juga melaksanakan Operasi Pasar Murah dan Bantuan Langsung Tunai (BLT),

“Sekali lagi terima kasih bapak dan ibu distributor telah turut mengambil andil membantu dalam program Operasi Pasar tahun lalu. Bahkan batuannya hingga Rp1 miliar lebih demi masyarakat Batam,” kata Jefridin disambut tepuk tangan.

𝗞𝗼𝗹𝗮𝗯𝗼𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗴𝗮 𝗦𝘁𝗼𝗸 𝗕𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗣𝗼𝗸𝗼𝗸

Selain membantu masyarakat, Opera Pasar yang menjadi kebijakan Wali Kota HMR tersebut, menjadi faktor yang sangat berpengaruh dalam pengendalian inflasi di Kota Batam.

Berkat kolaborasi yang baik antara Pemerintah daerah dengan distributor, Kota Batam dapat menekan inflasi hingga -0,26. Capaian ini luar biasa, mengingat Batam bukan daerah penghasil.

“Ini adalah kerja semua, kerja ikhlas, kerja bersama, kerja cerdas. Karena justru daerah penghasil (inflasinya) tinggi dan kita di Sumatera paling rendah (inflasinya),” ungkap suami Hj Hariyanti Jefridin ini.

Jefridin berharap, pihaknya bersama distributor tidak terlena dengan capaian tersebut. Karena menurutnya, untuk mengendalikan inflasi kebutuhan bahan pokok yang perlu menjadi perhatin adalah beras, cabai, gula, telur, bayam dan sebagainya.

“Stok beras hingga jelang lebaran nanti insyallah stok aman, dan kita sedang menunggu beras dari daerah penghasil, semoga dalam waktu dekat beras tersebut sampai dan menjaga kestabilan stok saat ini,” ungkapnya.

Sedangkan harga bahan pokok lain seperti telur, menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau, harga sudah mengalami penurunan sebesar Rp 1.353 per butir. (ski)

Exit mobile version