15 Juli 2024

Kabar Baik dari Batam

Jefridin Diundang ke Istana Wapres, Wakili HMR Terima Penghargaan Tengkes Rp6,2 M!

SYABAS!: Sekda Jefridin berjalan di areal Istana Wapres, Jakarta sebelum acara penyerahan penghargaan dari Wapres Ma'ruf Amin, Jumat (6/10/2023).

JAKARTA, KataBatam– Wakil Presiden (Wapres) RI Ma’ruf Amin, menyerahkan langsung penghargaan kepada Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), yang diwakili Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (6/10/2023).

Penghargaan dari Pemerintah Pusat tersebut, diberikan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam, sebagai kontribusi dalam percepatan penurunan stunting atau tengkes di Kota Batam. Bentuknya berupa Dana Insentif Fiskal Kategori Penurunan Angka Stunting sebesar Rp6.263.947.000,00.

Atas nama Wali Kota Batam Bapak H Muhammad Rudi, saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Wakil Presiden atas penghargaan yang diberikan,” ujar Jefridin seusai acara.

Dia mengungkapkan bahwa angka tengkes di Kota Batam terus mengalami penurunan. Cek data: Pada tahun 2020 berjumlah 3.876 atau 7,21 %, pada tahun 2021 Pemko Batam berupaya menekan hingga turun menjadi 3.367 atau 6,02%.

Bahkan di masa pandemi Covid-19 tahun 2022, Pemko Batam berhasil menurunkan angka tengkes menjadi 1.441 atau 2,42%. Selanjutnya tahun 2023 angka tengkes di Kota Batam tinggal 1.207 atau 1,90%.

“Pemko Batam berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Kota Batam, sehingga target angka prevalensi 14% pada 2024 dapat tercapai,” papar suami Hj Hariyanti Jefridin ini.

Menurut Jefridin, pesan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo –agar Pemerintah Daerah komitmen untuk menurunkan angka tengkes– sudah dilakukan oleh Pemko Batam.

Pemko Batam sudah berkolaborasi antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan pihak swasta untuk menurunkan angka tengkes ini. Termasuk program Bapak Asuh sudah berjalan, baik dari perorangan maupun perusahaan.

“Melalui APBD Tahun 2023 untuk penanganan penurunan angka stunting di Kota Batam dianggarkan sebesar Rp69 miliar yang terbagi di beberapa OPD. Sementara jumlah anak yang sudah dibawah tanggung jawab Bapak Asuh berjumlah 299 anak,” tuturnya.

Seperti yang disampaikan oleh wapres, bahwa penanganan penurunan angka tengkes harus menjadi prioritas bagi Pemerintah Daerah, termasuk di Kota Batam.

๐—๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐— ๐—ผ๐˜๐—ถ๐˜ƒ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ธ๐—ผ ๐—•๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—บ
Selanjutnya mantan Kadispenda Kota Batam ini menyatakan, penghargaan berupa dana insentif fiskal yang diberikan tersebut akan menjadi motivasi bagi Pemko Batam untuk terus meningkatkan upaya menekan angka tengkes di Kota Batam.

Apalagi dalam 4 tahun terakhir tercatat angka prevalensi tengkes Nasional turun sebesar 9,2%, yakni dari 30,8% pada 2018 menjadi 21,6% pada 2022.

Untuk mencapai target angka prevalensi 14% pada 2024, maka pemerintah harus dapat menurunkan angka prevalensi sebesar 7,6% dalam 2 tahun ke depan. (ski)

Baca Juga: Hulu ke Hilir, Jefridin Beberkan Kunci Pemko Batam Cegah Tengkes di Forum Intelektual

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.