13 April 2024

Kabar Baik dari Batam

Kerja Menghasilkan Karya: Prevelensi Tengkes di Kota Batam 2023 Turun Drastis

YANG BEKERJA: Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, didampingi Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), menyerahkan piagam penghargaan kepada Kelurahan yang menjadi juara 1 dalam penanganan stunting terbaik 2023, di Hari Jadi Batam ke-194, 18 Desember 2023 lalu. Kinerja membuahkan hasil.

ENGKUPUTRI, KataBatam- Kata orang bijak, “kerja akan menghasilkan sesuatu, sedangkan omongan hanya menghasilkan alasan.”

Perhatian serius Pemerintah Kota Batam, dalam hal ini Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), bekerja melakukan percepatan pencegahan tengkes (stunting) di Kota Batam, membuahkan hasil.

Berdasarkan hasil pemantauan status gizi Kota Batam selama Tahun 2023 prevalensi tengkes di Kota Batam mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya.

“Penurunan kasus balita stunting terjadi hampir di seluruh kecamatan Kota Batam,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam Rudi Panjaitan, saat ditemui di Gedung Pemko Batam, Jumat (29/12/2023).

Mantan Kabag Organisasi Pemko Batam tersebut sangat bersyukur atas kebijakan Wali Kota HMR, sehingga prevalensi tengkes di Kota Batam tahun 2023 turun drastis.

Sekadar diketahui, “prevalensi” adalah proporsi dari populasi yang memiliki karakteristik tertentu dalam jangka waktu tertentu. Dalam dunia kedokteran, karakteristik yang dimaksud meliputi penyakit atau faktor risiko.

Dari laporan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Batam, pada tahun 2022, prevalensi tengkes sebesar 2,42 persen, sedangkan di tahun 2023 turun menjadi 171 persen atau dari 1.441 anak bawah lima tahun (balita) tengkes di tahun 2022, menurun menjadi sebanyak 1.022 Balita di tahun 2023.

Salah satu terobosannya menurut Rudi, tahun 2023 Kota Batam menetapkan 24 lokus tengkes sesuai Surat Keputusan Wali Kota Batam, Nomor 242 Tahun 2022.

Lebih lanjut Rudi mengatakan bahwa tengkes merupakan salah satu masalah gizi yang disebabkan oleh faktor multidimensional.

Tidak hanya faktor kurang energi kronis yang dialami oleh ibu selama hamil maupun saat anak memasuki masa balita, juga akibat berbagai faktor tidak langsung seperti ketersediaan air bersih, daya beli pangan keluarga, kondisi higienitas dan sanitasi dan lainnya.

Karena lasnya dampak tengkes pada balita terhadap berbagai sendi kehidupan lainnya, maka pemerintah baik itu Pemko Batam maupun Pemerintah Pusat, berkomitmen untuk menjadikan penuntasan masalah tengkes sebagai salah satu program prioritas.

“Karena itu Pak Wali (HMR) memberikan perhatian yang serius terhadap stunting ini,” jelasnya. (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.