BATAMCENTER, KataBatam– Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Batam Hj Marlin Agustina, yang juga sebagai Wakil Gubernur Kepulauan Riau menjadi pembicara utama pelantikan pengurus Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Batam, Sabtu (22/10/2022) siang.
Acara yang dihadiri sedikitnya 300 peminat dunia pemasaran, termasuk mahasiswa dari berbagai kampus di Batam, diselenggarakan di Auditorium Politeknik Batam, Batamcentre, Kota Batam.
Dalam paparannya, Marlin menjelaskan bahwa kehadiran Dekranasda Batam dimaksudkan untuk mendukung kemandirian ekonomi Batam, dengan cara menyiapkan SDM yang unggul.
“Tak hanya itu, kami juga menggali, melestarikan serta mengembangkan warisan tradisi budaya. Selanjutnya meningkatkan daya saing produk kerajinan berbasis kearifan lokal dengan selera global,” ujar istri Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) ini.
Semua memang mengakui kepiawaian Marlin memimpin Dekranasda. Yang paling masyhur saat bagaimana ia mengembangkan batik Batam, khususnya motif ikan marlin, ikan yang banyak ditemukan di perairan Kepulauan Riau.
Tak sampai di situ, Marlin memberdayakan ibu-ibu rumah tangga, menciptakan home industry kerajinan dan desain. Hingga akhirnya tumbuh 270 UMKM (data tahun 2020).
Selain perajin dan desainer, lewat bendera Dekranasda Kota Batam, Marlin menggelar event spektakuler. Salah satunya ajang Batam Batik Fashion Week (BBFW) yang berlangsung hingga saat ini.
Melalui pergelaran ini, ia mengenalkan batik ke masyarakat umum, melalui roadshow mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan-kecamatan, hingga tingkat Kota.
Tidak berhenti di Kota Batam, juga pengenalan batik asal Batam tersebut sampai ke kabupaten/kota lain di Provinsi Kepulauan Riau.
Batik Batam, motif marlin tentunya, juga ditampilkan acara-acara berskala nasional, bahkan ke negara tetangga Malaysia dan Singapura.
Yang menarik dari BBFW adalah, acara tersebut melibatkan para milenial, mulai dari desainer hingga model yang memeragakan warna-warni batik Batam di atas catwalk BBFW 2020.
Hasilnya, Marlin membuat batik yang selama ini hanya familiar di kalangan orang tua, bisa diterima di kalangan anak milenial hingga generasi di bawahnya lagi.
Karena ditangani anak-anak muda, maka desainnya pun sangat atraktif, kreatif sesuai trend saat ini. Namun tetap membumi.
Hingga kini, beberapa motif batik Batam sudah didaftarkan hak atas kekayaan intelektual, termasuk batik marlin.
Yang membanggakan, kemasyhuran kualitas produk binaan Dekranasda Kota Batam sudah dikenal hingga ke dunia internasional. Bahkan diberikan sebagai cendera mata kepada Associate Director of Global Engagement, University of Nottingham David Ouchterlonie, Inggris.
Penyerahan batik marlin itu dilaksanakan pada hari ini, Selasa (4/10/2022) di University of Nottingham oleh Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), dalam rangka lawatannya ke Negeri Raja Charles III tersebut.
“Jika kita tidak dapat melakukan hebat, lakukanlah hal kecil dengan cara yang hebat,” ujar Marlin mengakhiri sambutannya. (ski)
