KETUA Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Batam Hj Marlin Agustina menggagas sebuah kota kembar antara Pulau Ngenang di Kecamatan Nongsa dan Tembesibengkel di Kecamatan Batuaji.
Hal ini diungkap saat Marlin menghadiri Doa Bersama di awal Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah, di Kampung Tembesibengkel, Kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Kamis (20/8/2020) pukul 14.00 WIB.
Di depan masyarakat yang hadir, awalnya Marlin kembali menegaskan tekadnya untuk membangun kampung wisata dan sentra kerajinan di Tembesibengkel, sebagaimana pernah dia sampaikan awal bulan lalu.
Konsep ini sama dengan yang sudah berhasil dia kembangkan di Pulau Ngenang, Kecamatan Nongsa.
Sebab, Ngenang dan Tembesibengkel dalam pandangan Marlin bagaikan kota kembar, yang memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi.
Misal di Ngenang memiliki potensi wisata berupa pantai, kalau di Tembesibengkel punya potensi wisata alam, karena banyak memiliki hutan lindung.
“Namun semua akan kita proses dulu ke pusat. Pokoknya warga bantu, sama-sama kita berjuang agar segera terwujud,” jelasnya.
Marlin sedikit menjelaskan bagaimana awal mengembangkan wisata terpadu Pulau Ngenang.
“Awalnya saya beri pelatihan tenun songket untuk ibu-ibu di Ngenang. Kemudian pantai di sana juga kita bersihkan. Jadi wisatawan datang tak cuma melihat dan mencoba proses tenun songket tapi juga bisa menikmati suasana pantai,” jelasnya.
Marlin tak berhenti di situ, masyarakat juga diberi pelatihan home stay. Supaya wisatawan menginap di rumah warga, tidak kita bangun hotel atau penginapan.
“Makanan juga dari warga, tidak dibawa dari luar. Kita juga sudah kerja sama dengan travel. Sebelum pandemi ini ramai yang datang ke sana,” paparnya.
Menurut Marlin hal serupa juga bisa dibuat di Tembesi Bengkel. Wisata alam berupa hutan wisata yang ada bisa disejalankan dengan wisata membatik dan home stay.
“Tidak menutup kemungkinan juga kalau di sini ada wisata alamnya, bisa kita kembangkan. Ibu-ibunya tidak begini saja, tapi kita latih,” kata dia. ***







