๐๐ฅ๐ข ๐ฅ๐ถ๐ข ๐จ๐ฐ๐ญ๐ฐ๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข ๐บ๐ข๐ฏ๐จ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ, ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฃ๐ข๐ช๐ฌ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข, ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ซ๐ช๐ฌ๐ข ๐ฎ๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฌ, ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ณ๐ถ๐ด๐ข๐ฌ๐ญ๐ข๐ฉ ๐ด๐ฆ๐ญ๐ถ๐ณ๐ถ๐ฉ ๐ฎ๐ข๐ฏ๐ถ๐ด๐ช๐ข. ๐๐ฆ๐ณ๐ฆ๐ฌ๐ข ๐ข๐ฅ๐ข๐ญ๐ข๐ฉ ๐ถ๐ญ๐ข๐ฎ๐ข ๐ฅ๐ข๐ฏ ๐ถ๐ฎ๐ข๐ณ๐ข.
(HR. Ibnu Nuaim dan Hilyatul Auliya)
ULAMA dan umara tak bisa dipisahkan, keduanya harus bersatu membangun negeri .
Hal tersebut disampaikan Walikota Batam H Muhammad Rudi (HMR) saat menghadiri Pertemuan dan Silaturahmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam dengan Tokoh Agama di Aula PIH, Sabtu (1/8/2020).
Ia mengatakan, di tengah banyaknya permasalahan saat ini, khususnya pandemi Covid-19, ia mengajak para ulama senantiasa berdampingan dengan pemerintah untuk menyelesaikan dan menangani wabah tersebut.
Salah satu caranya, dengan mengajak para jemaah masing-masing untuk mematuhi protokol kesehatan.
“Saya yakin para ulama termasuk pemimpin organisasi keagamaan ini punya jemaah masing-masing, kita mulai edukasi dari kelompok kita,” ujarnya.
Hal tersebut, kata dia, adalah cara mengantisipasi dan meminimalisir terjangkit Covid-19. Ia mengungkapkan, vaksin Covid-19 masih tahap pengujian. Belum ada kepastian kapan vaksin bisa benar-benar ada.
“Untuk itu, perlu ikhtiar kita semua sebelum ada vaksin Covid-19,” jelasnya.
Ia mengatakan, permasalahan Covid-19 di Batam belum tuntas. Hampir empat bulan, ia sudah menggerakkan semua tenaga bersama stakeholder.
Hasilnya sempat membaik, bahkan sejumlah wilayah kembali ke zona hijau. Namun, dalam sepekan terakhir, permasalahan Covid-19 kembali memburuk.
“Peran kita semua, harus menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun dan rajin olahraga,” kata dia.
Di kesempatan yang sama, Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad (HAM), meminta dukungan dari para ulama dalam penanganan Covid-19 ini.
Ia menilai, semua kebijakan yang akan diambil tentu akan mempertimbangkan semua pihak agar tidak terdapat masalah di kemudian hari.
“Kita berharap, pandemi Covid-19 ini segera sirna dan perlu peran kita semua dalam menanganinya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenang) Kota Batam, Zulkarnain Umar mengatakan, di tengah pandemi ini, semua kegiatan keagamaan tetap menjalankan protokol kesehatan. Tak terkecuali dalam proses penyembelihan hewan kurban.
“Dalam kondisi kita, new normal, tentu banyak hal-hal yang kita lakukan dengan baik dan terus memenuhi protokol kesehatis,” ujarnya.
Dalam kegiatan yang dihadiri para ulama dan pimpinan organisasi keagamaan tersebut, semua pihak sepakat mendukung pemerintah dalam penanganan semua hal termasuk Covid-19. Seperti yang disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Khairul Saleh.
“Ulama dan umara tak boleh renggang jauh. Hebatnya Kota Batam tetap maju dalam situasi apapun. Mudah-mudahan Covid-19 ini segera berlalu,” ujarnya. ***
_______
Sumber: Media Center Pemko Batam






