LINGGA, KataBatam- Bung Karno pernah berkata, “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.
Lain lagi dengan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina. Menurutnya, beri pemuda ruang kreatit, niscaya mereka akan tumbuh lebih produktif. Sebab dapat menuangkan ekspresi dan energi positifnya.
“Kami selalu memberikan ruang kreatif bagi anak muda untuk menuangkan ekspresi dan idenya. Dengan ruang-ruang ide yang tersedia itu, mereka akan produktif,” kata Marlin pada suatu kesempatan di Dabosingkep, Kabupaten Lingga, belum lama ini.
Menurut Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Batam ini, ekspresi dan ide terbaik anak-anak muda itu harus didukung. Dukungan itu bisa membuat impian-impian anak muda itu bisa tercapai.
Di Batam, sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), ruang untuk menuangkan ekspresi itu diberikan Marlin salah satunya pada pengembangan batik Batam. Tak heran kalau batik Batam langsung menarik minat kaum muda. Karena ruang ekpresi itu memang mengena di zamannya.
Marlin sendiri selalu berpikir out of the box, kreatif dan inovatif, sehingga kinerjanya banyak menginspirasi orang bahkan banyak pejabat tinggi daerah yang tak lagi malu-malu menjiplaknya. Salah satu contohnya, saat ia rajin berkunjung ke sekolah sekolah di Kepri.
Karena itu, Ketua Persatuan Istri Karyawan Badan Pengusahaan Batam (PIKORI BP Batam) ini menyampaikan, bahwa kolaborasi bersama akan membuat potensi batik di kawasan ini bisa berkembang dengan baik.
Bagi Marlin, Batam bisa menjadi acuan dan memberikan bantuan dan dukungan bagi daerah lain yang membutuhkan. “Batam bisa bantu bahan dasar, pelatihan SDM dan pemasaran,” kata Marlin.
Menjelang tahun berganti, Marlin memang berkunjung ke sejumlah daerah. Bersilaturahmi dan membangun kolaborasi untuk kepentingan dan kemajuan Kepri. Tentu dengan mencari potensi-potensi para pemuda pemudi di Kepri.
“Kami akan ajak berkolaborasi dengan Dekranasda Batam. Untuk perkembangan dan kemanuan bersama,” kata perempuan pertama yang menjadi wakil gubernur di Kepri ini. (ski)
