JAKARTA, KataBatam- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) baru-baru ini mengindikasikan cuaca panas yang tidak biasa di wilayah Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia.
Menghadapi fenomena ini, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat waspada, utamanya ketika berada di luar ruangan. Warga diingatkan menjaga kesehatan tubuh.
“Memang cuaca panas beberapa hari ini dan ke depan sedang tidak biasa. Untuk itu mari kita ikuti tips agar terhindar dari dampak cuaca panas ketika sedang atau sering berada di luar ruangan,” kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril melalui keterangan tertulis, sebagaimana kami lansir dari KOMPAS com, Selasa (25/4/2023).
Baca juga: Realisasi Zakat Naik 10 Persen, HMR: Tanda Ekonomi & Income Masyarakat Batam Naik
Kemenkes menganjurkan masyarakat agar banyak minum air putih. Ini penting untuk mencegah dehidrasi di tengah cuaca panas.
Selain itu, warga diimbau untuk menghindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis.
Disarankan pula untuk menghindari kontak dengan sinar matahari secara langsung. Oleh karenanya, penting memakai tabir surya atau sunscreen minimal 30 SPF.
𝗣𝗮𝗻𝗱𝘂𝗮𝗻 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽𝗶 𝗖𝘂𝗮𝗰𝗮 𝗣𝗮𝗻𝗮𝘀:
- Cegah dehidrasi dengan minum air yang banyak. Jangan menunggu haus;
- Hindari minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, dan minuman manis;
- Hindari kontak dengan sinar matahari secara langsung, gunakan topi atau payung;
- Memakai baju yang berbahan ringan dan longgar;
- Hindari menggunakan baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas;
- Sebisa mungkin berteduh di antara jam 11.00-15.00;
- Jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan dalam kondisi parkir baik dengan jendela terbuka maupun tertutup;
- Gunakan sunscreen minimal 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup oleh baju sebelum ke luar rumah;
- Sediakan botol semprot air yang dingin di dalam kendaraan.
Baca juga: HMR Bangga, Idulfitri 1444 Meriah & Jadi Momen Indah Kerukunan Masyarakat Batam
𝗪𝗮𝘀𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗝𝗶𝗸𝗮 𝗠𝘂𝗻𝗰𝘂𝗹 𝗚𝗲𝗷𝗮𝗹𝗮 𝗦𝗲𝗽𝗲𝗿𝘁𝗶 𝗜𝗻𝗶:
- Keringat berlebih;
- Kulit terasa panas dan kering;
- Rasa berdebar atau jantung terasa berdetak lebih cepat;
- Kulit terlihat pucat;
- Kram pada kaki maupun abdomen;
- Mual, muntah, pusing;
- Urin yang sedikit dan berwarna kuning pekat.
Jika muncul gejala tersebut, dinginkan tubuh dengan kain basah atau spons basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya serta banyak minum air.
Apabila masih bergejala, disarankan untuk segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Adapun Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, fenomena udara panas yang terjadi di Indonesia belakangan ini tidak masuk dalam kategori gelombang panas.
Secara karakteristik fenomena, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.
Sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.
Sedangkan secara indikator statistik suhu kejadian, lonjakan suhu maksimum yang mencapai 37,2 celcius melalui pengamatan stasiun BMKG di Ciputat pada pekan lalu hanya terjadi satu hari tepatnya pada tanggal 17 April 2023.(ski)
