INSPIRASI PAGI: Bertanding (kok) Sendirian

SAAT ini sedang berlangsung Popda IX Kepri Tahun 2024 di Kota Batam, Selasa-Sabtu (23-27/7/2024). Namun banyak yang masih belum tepat menggunakan kata “tanding” (pertandingan) dan “lomba” (perlombaan).

Nur Adji, Penyelaras Bahasa Kompas, menjelaskan: Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kedua kata tersebut berbeda maknanya.

Lomba bermakna (1) adu kecepatan dan (2) adu keterampilan/ketangkasan. Adapun perlombaan bermakna (1) kegiatan mengadu kecepatan (keterampilan, ketangkasan, kepandaian, dan sebagainya) dan (2) tempat berlomba.

Tanding bermakna (1) yang seimbang; yang sebanding, (2) satu lawan satu. Adapun pertandingan bermakna (1) perlombaan dalam olahraga yang menghadapkan dua pemain (atau regu) untuk bertanding dan (2) persaingan; perbandingan.

Kedua kata tersebut memang mirip maknanya sehingga agak sulit membedakannya. Namun satu hal yang membuat kedua kata tersebut berbeda ialah kata tanding (pertandingan) mengandung makna “berhadapan” (yang dalam KBBI disebut ”satu lawan satu”). Sementara pada kata lomba (perlombaan), makna ’berhadapan’ ini tidak ada.

Berikut, antara lain, contoh cabang olahraga yang cocok dipasangkan dengan tanding (pertandingan): tinju, gulat, karate, tarung derajat, futsal, bola basket, sepak bola, dan bola voli.

Adapun yang cocok dipasangkan dengan lomba, antara lain: balap motor, menembak, lari, sepatu roda, layar, golf, memanah, arung jeram, dan panjat tebing.

Demikian penjelasannya. Selanjutnya orang yang unggul dalam pertandingan dan perlombaan inilah, secara legitimate layak disebut pemenang atau sang juara.

Kalau takut kalah tak usahlah mimpi jadi apa-apa. Karena tak ada ceritanya tanding sendirian, tapi bangga disebut pemenang. Itu kalau tak delusi, bisa jadi otak kosong.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Exit mobile version