News  

Selamatkan Pendidikan Anak Usia Dini, HMA Rakor dengan Himpaudi, IGTKI & IGRA

BUNDA PAUD Kota Batam Hj Marlin Agustina (HMA) saat memimpin rakor di Dekranasda. BUNDA PAUD Kota Batam Hj Marlin Agustina (HMA) saat memimpin rakor di Dekranasda.

BUNDA Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Batam Hj Marlin Agustina (HMA) bergerak cepat melakukan rapat koordinasi dengan mitra penyelenggara pendidikan anak usia dini.

Mitra tersebut antara lain, Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini (Himpaudi), Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Batam dan Ikatan Guru Raudhatul Atfal (IGRA) Kita Batam.

Rakor yang digelar di Kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Selasa (14/7/2020), pukul 09.30 WIB itu, membahas tentang program PAUD di Kota Batam yang sempat tertunda selama pandemi Covid-19.

“Seperti diketahui banyak kegiatan PAUD yang sudah kita susun di tahun 2019, tertunda. Nah, di masa new normal ini kita evaluasi lagi bersama mitra, IGRA dan IGTKI. Mana yang kira-kira bisa dilanjutkan,” ujar HMA yang juga Ketua Dekranasda Kota Batam tersebut.

BACA JUGA:  Jefridin Cek Satu-persatu Kesiapan Acara "Indonesia Bertasbih" di Masjid Sultan

Salah satu program PAUD Kota Batam yang sempat vakum adalah, kunjungan sekali dalam seminggu.

Menurut HMA, dengan turun langsung ke lapangan, dirinya bisa melihat kondisi PAUD dan mengetahui permasalahan yang ada.

Selanjutnya permasalahan tersebut dievaluasi dan dibuat skala prioritas PAUD atau Pos PAUD dan TK mana yang lebih dulu perlu dibantu.

Dengan demikian, langkah tersebut bisa lebih memajukan dan menggiatkan lagi kegiatan-kegiatan Paud di Kota Batam.

“Apalagi sekarang banyak IGRA dan IGTKI yang terdampak akibat Covid-19. Ini tentu harus kita bantu demi menyelamatkan pendidikan anak-anak kita,” jelasnya.

Selanjutnya dalam rakor tersebut dilakukan penyusunan program PAUD 2021. Di sana HMA aktif meminta masukkan ke depan, agar pendidikan PAUD menjadi lebih baik.

BACA JUGA:  Tak Hanya Desainer, Marlin Juga Piawai di Catwalk

Usai rakor tersebut, dianjutkan pertemuan pengrajin batik untuk menyatukan seluruh seragam anak sekolah agar memakai batik Batam.

“Dari pada kita beli seragam dari luar, kenapa tak kita beli saja produksi kerajinan kita sendiri. Selian lebih murah, juga dapat membantu para perajin batik di Batam ini,” pungkasnya.

HMA menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Batam guna mengatur bagaimana teknis pelaksanaannya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *