SAAT menikah dengan Marlin Agustina, Muhammad Rudi masih seorang polisi di Karimun dengan pangkat brigadir.
Hingga akhirnya di tahun 1990-an mereka pindah ke Kota Batam. Saat itu Rudi belum punya apa-apa. Di Batam mereka ngontrak kamar ukuran kecil di Kampung Bawean, Seipanas.
“Kami tak bisa sewa rumah. Bapak hanya mampu kontrak 1 kamar,” kenang Marlin.
“Sampai sekarang rumah yang kami kontrak itu masih ada di Kampung Boyan (Bawean). Sanalah kalau mau lihat,” sambung Marlin.
Namun, Marlin tidak mengeluh. Hidup penuh keprihatinan selama di Kabupaten Karimun, telah menempanya menjadi pribadi lebih siap menghadapi realita.
Sejak kecil hingga saat SMA di Pulau Karimun Besar pun, Marlin sudah biasa hidup seadanya.
“Saat SMA kaos kaki yang saya pakai bolong di tengah. Agar tak nampak, saya menutupnya dengan melipat kain bagian atas kaos kaki,” ungkap Marlin.
Bahkan, Marlin sudah terbiasa pulang sekolah berjalan kaki dari sekolahnya di SMA Negeri 1 Karimun. Karena jauh, maka perlu waktu 3 jam untuk sampai ke rumahnya di Baran, tepatnya di belakang Jokotole.
Namun semua ini dia lalui dengan tabah. “Apalagi ibu selalu mengajarkan saya agar hidup sederhana, bersabar dan bila mampu harus selalu membantu orang lain. Jadi gak kaget lagi,” terangnya.
Belakangan kita lihat, Rudi yang kini menjadi orang nomor satu di Batam tersebut, memutuskan berhenti dari Kepolisian dan mencoba menggeluti dunia wirausaha.
Dari nol mereka mencoba. “Kondisi kami saat itu benar-benar seperti tape jatuh, masih ditimpa nangka. Sudah penyet gak karuan (susah),” terang Marlin.
Namun berkat kegigihan, dan semangat kuat, perlahan mereka bangkit. Hingga bisnis yang digeluti Rudi tumbuh.
Di awal 2004 Rudi mencoba terjun ke politik dan kemudian terpilih sebagai anggota DPRD Kota Batam.
Karir politiknya kian moncer, hingga berhasil terpilih sebagai Wakil Walikota Batam berpasangan dengan Walikota Ahmad Dahlan (2011-2016), hingga kian menanjak dan terpilih menjadi Walikota Batam berpasangan dengan Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad periode 2016โ2021.
Tak hanya itu, kemudian Rudi ditunjuk Presiden sebagai Kepala Badan Pengusahaan Batam dan dilantik pada September 2019 lalu.
Tentu semua ini tak lepas dari peran Marlin sebagai istri. “Perempuan ini diciptakan multi-tasking. Saya di rumah juga bisa memiliki peran (role) beragam. Bisa sebagai istri, ibu, bahkan teman bagi anak-anak saya,” ujarnya.
Hal ini juga diakui oleh Rudi. โIbu-ibu adalah penentu keberhasilan suami. Tinggal tergantung ibu saja mau dibawa ke mana suaminya. Apakah mau dia ikut membangun Batam, bisa berguna bagi orang lain, semua tergantung ibu,โ terangnya.
Dari kisah ini kita bisa belajar akan semangat dan antusiasme Marlin dalam melayari ujian badai kehidupan. Perjuangan membuat hidup lebih berarti.
โ๐๐ฆ๐ฃ๐ถ๐ข๐ฉ ๐ฑ๐ฆ๐ณ๐ฎ๐ข๐ต๐ข ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฅ๐ข๐ฑ๐ข๐ต ๐ฅ๐ช๐ฑ๐ฐ๐ญ๐ฆ๐ด ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐จ๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฌ๐ข๐ฏ, ๐ฅ๐ฆ๐ฎ๐ช๐ฌ๐ช๐ข๐ฏ ๐ซ๐ถ๐จ๐ข ๐ด๐ฆ๐ด๐ฆ๐ฐ๐ณ๐ข๐ฏ๐จ ๐ต๐ช๐ฅ๐ข๐ฌ ๐ข๐ฌ๐ข๐ฏ ๐ฎ๐ฆ๐ฏ๐ซ๐ข๐ฅ๐ช ๐ด๐ถ๐ฌ๐ด๐ฆ๐ด ๐ต๐ข๐ฏ๐ฑ๐ข ๐ต๐ข๐ฏ๐ต๐ข๐ฏ๐จ๐ข๐ฏ,โ ujar Peribahasa Tiongkok. ***
________
Habis…






