๐โ๐ ๐ ๐๐๐๐๐ก ๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐ก ๐๐ ๐๐๐ก ๐๐๐๐ ๐ฃ๐ ๐๐๐, ๐๐ก’๐ ๐๐๐๐ฃ๐๐๐ก๐๐๐ ๐กโ๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ก๐ก๐๐๐ ๐ค๐๐๐ ๐ (๐ ๐โ๐๐ ๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐๐ ๐๐ก๐ข ๐๐ข๐๐๐๐๐โ ๐๐๐๐ ๐ฃ๐ ๐๐ข๐๐ข๐, ๐ก๐๐ก๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐โ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐ข ๐๐ข๐ ๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐ข๐๐ข๐).
WALI KOTA BATAM H Muhammad Rudi (HMR) mengeluarkan kebijakan baru bagi para pasien positif Covid-19 yang menjalankan isolasi mandiri (isoman) di rumah.
Mereka akan dijemput dan dipindahkan ke lokasi isolasi atau karantina khusus. Tujuannya, agar tak menular ke anggota keluarga yang lain.
“Penanganannya akan sama dengan pasien OTG. Mereka dijemput dan akan dikarantina. Sebagian di Asrama Haji, sebagian lagi di tempat baru yang lokasinya sedang disiapkan,” kata HMR, Kamis (22/7/2021).
Dengan dikarantina di lokasi khusus, penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan karena pasien isoman terpisah dari keluarga yang masih sehat.
“Jadi kami akan pisahkan dulu mereka ini dari keluarganya. Tujuannya baik, agar tidak menjadi carrier bagi keluarganya yang ada di rumah,” ujarnya.
Data dari www.lawancorona.batam.go.id per 22 Juli 2021, ada 2.269 warga Batam yang menjalani isoman. Mereka inilah yang akan dijemput dan dikarantina.
“Dalam waktu dekat ini akan segera kami laksanakan. Pak Yusfa nanti yang akomodasi semua ini,” kata HMR.
Asisten Bidang Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Pemko Batam Yusfa Hendri mengatakan, masih menyiapkan lokasi karantina untuk ribuan orang tersebut.
Warga yang isoman juga akan didata dan dibedakan dalam ketegori pekerja dan masyarakat umum.
“Nanti kami data dulu mana yang pekerja dan masyarakat biasa, karena untuk yang pekerja nanti akan diserahkan kepada perusahaan masing-masing,” kata Yusfa. ***






