BERBICARA adalah kemampuan yang sudah dimiliki mahluk hidup sejak lahir. Kalau merujuk buku Yuval Noah Harari, yang berjudul Sapiens: kemunculan cara-cara baru berpikir dan berkomunikasi sudah ada antara 70.000 dan 30.000 tahun silam. Inilah yang disebut Revolusi Kognitif.
Setiap hewan tahu cara berkomunikasi. Dalan hal ini memakai sistem komunikasi vokal. Bahkan serangga, seperti lebah dan semut, tahu bagaimana cara saling memberi informasi mengenai letak makanan.
Khusus manusia kemampuannya lebih kompleks lagi. Kemampuan manusia berbicara tak sebatas hanya sistem suara, namun sudah pada tahap menciptakan bahasa yang luar biasa luwes.
Kita bisa menyambungkan bunyi dan tanda dalam jumlah terbatas untuk menghasilkan kalimat dalam jumlah tak terbatas, masing-masing dengan makna tersendiri.
Karena itu kita bisa menelan, menyimpan, dan menyampaikan banyak sekali informasi mengenai dunia di sekeliling kita. Tentunya lebih detail dari binatang.
Dari uraian ini, kita melihat bahwa semua kita bisa berbicara. Masalahnya ada yang tertata ada yang tidak, ada yang terlatih ada yang tidak.
Lebih tinggi lagi, ada yang bijak ada yang “bocor.” Dan sebaik-baiknya orang yang bisa bicara adalah yang bisa mengendalikan lisannya.
“Karena mulut, badan binasa. Sebab keselamatan manusia ada pada menjaga lisan.” ***






