Embun Pagi HMR

ADA PERTANYAAN, kenapa orang baik sering merasa tersakiti? Mungkin itu akibat keliru dalam mengaplikasikan nilai-nilai kebaikannya itu sendiri.

Adakalanya banyak yang berpikir atau menganut sebuah sikap, bahwa untuk menjadi orang baik harus menyenangkan semua orang.

Akibatnya mereka akan mati-matian menjaga sikap agar tidak menyakiti bahkan menyinggung orang lain.

Inilah yang membuat si orang baik itu selalu menjadi korban, bahkan dimanfaatkan orang untuk berbuat jahat, akibat selalu memendam perasaan.

Mulai sekarang belajarlah bersikap. Lakukan saja yang terbaik. Hargailah diri sendiri, jangan mau terus-terusan jadi alas kaki orang lain. Belajar katakan tidak pada hal yang tak disukai, maka Anda akan bahagia.

“Anda tidak berkewajiban untuk tetap menjadi orang yang sama seperti Anda setahun yang lalu, sebulan yang lalu, atau bahkan sehari yang lalu. Anda di sini untuk menciptakan diri Anda sendiri, terus menerus,” kata peraih Nobel Fisika, Profesor Feynman. ***

BACA JUGA:  Ketua DWP Kemenhub Kagumi Kinerja Marlin Bangun Dekranasda hingga Kembangkan IKM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *