Fakta Menarik di Balik Disematkannya Nama “Tanwirun Naja” untuk Masjid Tanjak (1)

๐‘€๐‘Ž๐‘ ๐‘—๐‘–๐‘‘ ๐‘‡๐‘Ž๐‘›๐‘ค๐‘–๐‘Ÿ๐‘ข๐‘› ๐‘๐‘Ž๐‘—๐‘Ž ๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘ข ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ก๐‘’๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘‘๐‘–๐‘˜๐‘’๐‘›๐‘Ž๐‘™ ๐‘‘๐‘’๐‘›๐‘”๐‘Ž๐‘› ๐‘€๐‘Ž๐‘ ๐‘—๐‘–๐‘‘ ๐‘‡๐‘Ž๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘˜, ๐ต๐‘Ž๐‘›๐‘‘๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘Ž ๐ป๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘–๐‘š ๐ต๐‘Ž๐‘ก๐‘Ž๐‘š, ๐‘ก๐‘’๐‘™๐‘Žโ„Ž ๐‘‘๐‘–๐‘Ÿ๐‘’๐‘ ๐‘š๐‘–๐‘˜๐‘Ž๐‘› ๐‘œ๐‘™๐‘’โ„Ž ๐‘€๐‘’๐‘›๐‘ก๐‘’๐‘Ÿ๐‘– ๐พ๐‘œ๐‘œ๐‘Ÿ๐‘‘๐‘–๐‘›๐‘Ž๐‘ก๐‘œ๐‘Ÿ ๐ต๐‘–๐‘‘๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘ƒ๐‘’๐‘Ÿ๐‘’๐‘˜๐‘œ๐‘›๐‘œ๐‘š๐‘–๐‘Ž๐‘› ๐‘…๐ผ, ๐ด๐‘–๐‘Ÿ๐‘™๐‘Ž๐‘›๐‘”๐‘”๐‘Ž ๐ป๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ก๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘ก๐‘œ ๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐ฝ๐‘ข๐‘š๐‘Ž๐‘ก (24/6/2022) ๐‘ ๐‘–๐‘Ž๐‘›๐‘”, ๐‘๐‘ข๐‘˜๐‘ข๐‘™ 11.15. ๐ด๐‘๐‘Ž ๐‘š๐‘Ž๐‘˜๐‘›๐‘Ž ๐‘‘๐‘– ๐‘ ๐‘’๐‘๐‘Ž๐‘™๐‘–๐‘˜๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž?

HANG NADIM, KataBatam

APALAH arti sebuah nama? Tentu sangat penting. Sebab, di dalam Islam, nama bukan sekadar penanda, tapi juga doa bagi diri dan kelangsungan hidupnya.

Demikian jua saat Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) H Muhammad Rudi (HMR), yang juga Wali Kota Batam, memilih nama “Tanwirun Naja” untuk Masjid Tanjak.

Semua ini terungkap di sela prosesi Peresmian Masjid Tanjak yang dimulai dengan penekanan tombol sirine oleh Menko Airlangga, serta diiringi Salawat Nabi dan tabuhan kompang khas Melayu.

BACA JUGA:  Wagub Marlin Tantang Perempuan Tani Indonesia Garap Potensi Besar Pertanian Kepri

Selanjutnya, dengan didampingi Kepala BP Batam HMR, Menko Airlangga menanam pohon Khaya Senegalensis, di taman kecil di samping Masjid.

Pohon penghias kebun ini nantinya dapat tumbuh setinggi 60 meter dan mampu menaungi tanaman lainnya.

Menko Airlangga melanjutkan langkah dengan melakukan penandatanganan prasasti tepat di pintu masuk masjid. Keduanya pun menuju aula masjid, melakukan pemotongan pita disertai ucapan “Bismillahirahmanirahim.”

Berada atas lahan 15.100 m2 dan total luas bangunan 4.983 m2, Masjid Tanwirun Naja diharapkan mampu menjadi sarana ibadah masyarakat Batam sekaligus menjadi ikon baru wisata religi di kota Batam.

Hal ini disampaikan Menko Airlangga dalam sambutannya.

“Masjid ini (Tanwirun Naja) artinya menjadi ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ž๐—ฒ๐˜€๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป. Maka kami berharap, selain jadi tempat beribadah, sekaligus mendukung perwujudan Batam menjadi kota industri, investasi dan destinasi pariwisata di Kepri dan Indonesia,” seru Airlangga.

BACA JUGA:  HMR Ingatkan Kepsek Kelola BOSP untuk Majukan Pendidikan, Kajari Siap Dampingi

Airlangga menambahkan, pemulihan ekonomi daerah setelah Covid-19 memang harus disiasati dengan inovasi. Segala potensi industri harus dimaksimalkan, dan Batam menunjukkan diri untuk dapat memaksimalkan semua sektor yang ada.

“Potensi pariwisata dan industri utama lainnya, ini harus terjaga. Batam membuktikan itu. Kita tidak dapat lagi bergantung pada satu atau dua sektor industri saja. Kita harus terus bergerak.” katanya.

Masjid Tanjak sebagai tempat ibadah, sarana meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, yang akan mendorong aqidah berdasar Alquran dan Sunnah.

Airlangga juga berharap Masjid ini dapat memperkokoh tali silaturahmi dalam bersama membangun pulau Batam, membangun Kepri lebih maju lagi, untuk kesejahteraan seluruh masyarakat. (ski/bersambung)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *