BATAM, KataBatam– Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berkualitas merupakan syarat untuk membawa Indonesia Maju di 2045. Persiapannya harus dilakukan sejak dini mulai dari 1.000 hari awal kehidupan manusia.
Namun, penyiapan SDM unggul masih menghadapi kendala bernama stunting. Inilah yang membuat Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, non stop, back to back, berupaya keras dalam menurunkan prevalensi stunting.
Meski, sebenarnya angka prevalensi stunting di Kepri ini tergolong rendah di skala Nasional, tapi tak membuat Marlin berleha-leha dalam membangun sinergitas, mencurahkan tenaga dan pikiran dengan semua pihak dalam mencegah stunting.
Maka jangan heran jika dalam sehari Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Batam ini, menggelar lebih dari sekali sosialisasi akan bahaya stunting.
Seperti hari ini saja, Rabu (29/6/2022). Mulai pagi hari, Marlin sudah berangkat ke Kantor Gubernur Dompak, Tanjungpinang, untuk membuka Penilaian Kinerja Delapan Aksi Konvergensi Stunting 2021, di ruang Rupatama.
Setelah pertemuan ini berakhir menjelang siang, Wagub Marlin langsung ke Batam, tepatnya di Kecamatan Sungaibeduk. Di sana Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam ini menjenguk pasien stunting.
Usai kunjungan ini, Marlin membuka program Gerakan Kunjungan ke Rumah Keluarga Stunting di Desa/Kelurahan (Gerebek Stunting) yang dimulai pukul 15.00.
“Mari bersama-sama menurunkan angka stunting. Juga kita cegah terjadinya stunting untuk kehidupan yang lebih baik,” kata Wagub Marlin.
Sekali lagi, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama bergerak mencegah angka stunting di Kepri.
“Kolaborasi semua pihak pun harus diperkuat untuk mempercepat penurunan pravelensi angka satunting di Kepri,” anjurnya.
Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting, Wagub Marlin menegaskan, Pemprov Kepri semakin memperkuat sinergi dalam percepatan penurunaan stunting. Ia ingin pendataan juga diperkuat.
Khusus kepada perangkat di lingkungan kesehatan dan jajaran, ia minta memgoptimalkan penginputan melalui e-EPGBM (Aplikasi Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat). (ski)






