GALERI FOTO: Kian Canggih, Koleksi Museum Raja Ali Haji Batam Kini Dapat Diakses QR Code

JAM Simpang Jam.

ENGKU PUTRI, KataBatam– Asiknya menelusuri Museum Raja Ali Haji yang terletak di Dataran Engku Putri, Batam. Hanya dengan mengisi daftar kunjungan, kita sudah dapat menikmati suasana di dalam museum sepuasnya.

Selain dapat melihat benda-benda koleksi museum, pengunjung juga dapat mengetahui sejarah peradaban Batam sejak era Kerajaan Riau Lingga, zaman Belanda, Temenggung Abdul Jamal, zaman Jepang, era Kemerdekaan Indonesia, hingga Pemerintah Kabupaten Kepri.

Bahkan dibeberkan kan juga sejarah ketika awal lahirnya Otorita Batam (kini Badan Pengusahaan Batam), era kepemimpinan BJ Habibie membangun Batam, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, hingga kini.

Yang tak kalah pentingnya wisatwan dapat mengabadikan momen dengan berfoto di antara benda koleksi dan suasana yang menarik di dalam museum.

BACA JUGA:  Para Wali Kota Tercengang Lihat Batam Kian Glowing, HMR pun jadi Bintang di Raker Apeksi

Museum Kota Batam Raja Ali Haji ini, dibuka oleh pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Batam ke 191.

Pembukaan ditandai saat Wali.Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), membuka tirai sketsa wajah Raja Isa bin Raja Ali atau Nong Isa.

Nong Isa merupakan penerima mandat Sultan Abdul Rahman Muazzam Syah dari Kesultanan Lingga, untuk memerintah kawasan Nongsa dan sekitarnya pada 18 Desember 1829.
Pemerintahan Nong Isa itulah yang menjadi tonggak lahirnya Kota Batam.

Di Museum Raja Ali Haji ini, terdapat 72 benda koleksi yang dapat diakses melalui kode quick respons (QR) guna memudahkan wisatawan dalam memperoleh informasi secara lengkap mengenai koleksi museum.

BACA JUGA:  Satpol PP Kini Gencar Gelar Razia di Simpang Lampu Merah

Dengan memanfaatkan teknologi, museum ini juga menjadi pendukung di era digital. Sehingga museum dapat menciptakan daya tarik bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, terlebih saat ini pintu masuk wisatwan sudah dibuka.

HMR berharap kehadiran museum mampu menjadi tempat wisata baru di daerah setempat, selain menjadi wahana pembelajaran sejarah.

Ia juga menginginkan agar koleksi benda-benda bersejarah bertambah sehingga sejarah kota kepulauan itu dapat terdeskripsikan dengan baik di dalam Museum Batam Raja Ali Haji.

“Kita berharap, benda bersejarah peninggalan Batam yang belum ada, bisa segera masuk untuk melengkapi museum ini,” ujar HMR. (sur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *