SETIAP orang tentu punya rasa kebanggaan pada diri sendiri. Misal pendidikan, harta, pangkat, jabatan, atau hanya sekadar track record.
Hal ini merupakan yang sangat wajar. Asal kebanggaan yang kita miliki itu tidak membuat kita meremehkan bahkan merendahkan orang lain. Sebab, pencapaian orang itu tak sama.
Maka akan lebih baik jika kebanggaan diri itu, dipakai untuk membantu sesama. Sebab, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain.
Meminjam kalimat Irjen Pol (Purn) Umar Septono, mantan Kapolda NTB dan Sulselbar yang kini jadi petani, “Jangan sombong. Karena tongkat (komando), pangkat, jabatan itu sementara saja. Enggak ada artinya. Gunakan itu untuk menjaga agama dan melindungi yang lemah,” ujarnya.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






