“HANYA ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan, dan perbuatan itu adalah perbuatanku”.
Demikian petikan pidato pembelaan proklamator kita, Bung Hatta, dalam Indonesia Vrij pada 22 Maret 1928, di mahkamah pengadilan di Den Haag, Belanda.
Di pengadilan inilah diputuskan bahwa Kerajaan Belanda mengganti kata Hindia Belanda menjadi Indonesia.
Pesan penting dari pidato Wakil Presiden pertama Republik Indonesia itu menyiratkan satu hal, bahwa menjadi pemimpin itu tidak nyaman.
Ia tidak saja butuh langkah konkret dan kerja nyata, tapi juga yang terpenting ialah pengorbanan.
Bagaimana menurut Anda? (ski)






