INSPIRASI PAGI: Mencintai dengan Jiwa

KAHLIL GIBRAN pernah menulis, “Sahabat adalah kebutuhan jiwa yang mesti terpenuhi. Dialah ladang hati yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.”

Maka wajar jika kita merasa terpukul, ketika sahabat yang sangat kita cintai itu pergi untuk selamanya. Air mata pun luruh, memanggil kenangan tentang masa di saat saling bersama menghidupkan waktu yang selalu terasa kurang.

Tuhan menempatkan seseorang dihidup kita karena sebuah alasan. Pun demikian saat kita kehilangannya, mungkin karena sebuah alasan yang lebih baik.

Hidup begitu singkat. Semuanya bisa datang dan pergi seperti sebuah bulu dibawa angin. Kita bisa saja kehilangan seseorang dalam semalam. Bahkan seluruh hidup pun bisa berputar 360 derajat.

BACA JUGA:  I N S I G H T

Namun yakinlah kata Jalaluddin Rumi, “Ucapan selamat tinggal hanya untuk mereka yang mencintai dengan mata mereka. Karena bagi mereka yang mencintai dengan hati dan jiwa, tak kan ada yang namanya perpisahan!”

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *