INSPIRASI PAGI: Manakar Kualitas Pendapat

IBARAT membeli barang, menerima pendapat seseorang juga harus diteliti, agar diri tak rugi. Bagaimana caranya?

Sederhana saja. Pertama, kita harus tahu dulu kualitas si pemberi pesan atau pendapat tersebut. Apakah sudah memiliki standar berpikir yang benar?

Hal ini penting, sebab untuk bisa punya standar itu seseorang haruslah memiliki wawasan luas yang didapat ketika ia memiliki ilmu pengetahuan yang memadai.
Bagaimana cara melihat seseorang punya ilmu pengetahuan memadai? Tentunya harus banyak membaca, mendengar, juga pengalaman.

Jika syarat ini sudah tertib, bisanya orang tersebut akan tertib juga dalam berpikir dan menganalisa. Otomatis, pendapat yang ia sampaikan tak meleset. Sehingga keputusan yang diambil akan keliru.

BACA JUGA:  Hujan Air Mata & Berjuta Kepala Tertunduk Haru, saat Melepas Dato' Nyat Kadir Pergi

Tapi jika seseorang sudah malas membaca dan mendengar, pengalaman juga minus, bagaimana informasi akan masuk? Bagaimana ia akan memahami? Bagaimana juga ia bisa memberikan pendapat atau nasihat yang benar?

Sebab orang-orang semacam ini biasanya akan memposisikan diri sebagai yang paling benar, ibarat scotoma, dia hanya melihat apa yang ingin dilihatnya.

Ingat, masalah besar terjadi adakalanya bukan karena masalahnya memang besar, tapi karena kita tak bisa atau salah memahami masalah yang sebenarnya. Kalau sudah cara memahaminya salah, maka wajar jika selalu salah paham.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *