DIPLOMAT M Aji Surya, dalam bukunya “Segenggam Cinta dari Moskwa” menulis tentang Blue Mosque yang terkenal di Rusia.
Nama sebenarnya masjid ini adalah, Masjid Jamul Muslimin, tapi karena kubah dan gerbangnya berwarna biru langit nan elok, maka warga setempat menamainya “Masjid Biru”.
Hubungan masjid ini dengan Soekarno terjadi ketika tahun 1955 sang presiden berlibur ke St Pitersburgh yang saat itu bernama Leningrad, bersama putrinya, Megawati, menikmati keindahan kota yang dibangun Peter yang Agung.
Hingga kemudian sang Proklamator melihat bangunan yang dia rasa masjid, kemudian minta sopir mengantarkan ke sana. Namun, permintaan ini tak dipatuhi.
Hingga kemudian, dalam lawatan resminya ke Rusia guna perundingan tingkat tinggi hubungan bilateral terkait perang dingin, kepada pemimpin Rusia saat itu Nikita Sargeyevich Krushchev, Soekarno ditanya tentang kunjungnnnya ke Leningrad tempo hari.
Dia menjawab, ”Rasanya saya belum pernah ke Leningrad.” Krushchev bingung, ”Bukannya tempo hari tuan presiden berjalan-jalan bersama sang puteri di sana?” kejar Krushchev.
”Ya kami memang berada di sana, tapi belum ke sana. karena Saya tak dibolehkan sopir mengunjungi bangunan yang saya yakini itu sebuah masjid,” jelasnya.
Seminggu setelah kunjungan usai, Kremlin menginfokan, satu-satunya masjid di Leningrad yang telah menjadi gudang pasca-revolusi Bolshevic, boleh dibuka kembali untuk beribadah, tanpa persyaratan apapun.
Padahal semua tahu saat itu, Rusia sangat melarang semua yang berbau agama. Bahkan, beberapa tempat ibadah yang bernilai historispun sekelas Khram Khrista Spasitelya, mereka ratakan dengan tanah.
Sungguh indah kisah ini. Bagaimana menurut Anda?(ski)






