INSPIRASI PAGI: Born to Win

“TIDAK banyak pemain sepak bola hebat kemudian bisa menjadi pelatih yang hebat seperti Xabi Alonso,” tulis Suryopratomo, pemerhati sepak bola, di Media Indonesia.

Hanya dalam dua musim, lanjutnya, tangan dingin Alonso, berhasil menjadikan Bayer Leverkusen dari tim papan tengah melompat untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka merebut juara Bundesliga.

Padahal pada 2022, Bayer Leverkusen berada di urutan kedua paling bawah klasemen Bundesliga, terancam degradasi. Alonso didatangi manajemen Leverkusen, diminta menggantikan pelatih asal Swiss Gerardo Seoane Castro yang dianggap gagal.

Hasilnya, Leverkusen naik ke peringkat keenam Bundesliga 2022/2023 sehingga berhak tampil di Liga Eropa musim berikutnya. Tidak hanya itu, pelatih baru asal Spanyol itu mampu membawa Leverkusen lolos hingga semifinal Liga Europa sebelum disingkirkan AS Roma.

Dengan prestasi yang luar biasa itu, tidak mengherankan klub besar seperti Bayern Muenchen, Liverpool, dan Real Madrid berebut untuk mendapatkan Alonso guna mengisi posisi pelatih mereka yang akan segera kosong.

“Untuk sementara saya memutuskan untuk tetap di sini karena kami baru mulai berhasil membangun tim, membangun semangat tim, dan saya ingin menikmati kebersamaan ini,” ujar Alonso, menolak halus berbagai tawaran yang datang kepadanya.

Penulis Zig Ziglar yang memperkenalkan istilah born to win mengingatkan, menjadi pemenang tidak bisa dicapai dengan sendirinya. “Kita harus merencanakan kemenangan itu, mempersiapkan, dan menjalankannya dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  INSPIRASI PAGI: Berani Bukan Nekat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *