INSPIRASI JUMAT: Iman & Tawakal

ORANG beriman meyakini segala yang diterima berupa kebaikan atau keburukan telah ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala. Karenanya, orang beriman bertawakal atas segala yang menimpa mereka.

Hal ini dijelaskan dalam Alquran Surat At-Taubah Ayat 51, yang artinya: Katakanlah (Nabi Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah hendaknya orang-orang mukmin bertawakal.

“Ayat ini menjelaskan bahwa semua yang menimpa manusia terjadi dengan takdir (ketentuan) Allah yang azali dan telah ditulis di Al-Lauh Al-Mahfuzh,” papar Kiai Asyari Masduki dari LDNU PC Kediri, Jawa Timur, seperti yang kami lansir dari Media Indonesia.

Kebaikan dan keburukan, kesejahteraan dan kesulitan dalam kehidupan, keamanan dan ketakutan, kesehatan dan sakit, kekayaan dan kemiskinan, kemenangan dan kekalahan, serta kenikmatan dan musibah, seluruhnya telah ditakdirkan oleh Allah.

Seseorang yang mendapatkan ketentuan yang baik dan yang buruk, bisa meraih pahala yang agung. Caranya, dia rida dan bersyukur terhadap ketentuan baik atau buruk tersebut.

Dalam ayat ini, Allah juga memerintahkan kepada orang-orang yang beriman untuk bertawakal kepadaNya. Tawakal berarti bersandar diri dan menyerahkan segala urusan kepada Allah, baik dalam urusan rezeki, keselamatan, dan lainnya.

Tawakal ialah konsekuensi logis dari iman terhadap qadar Allah sebagaimana dijelaskan di atas. Tawakal tidak bertentangan dengan melakukan sebab (usaha). Soalnya, usaha tergolong perbuatan zahir  sedangkan tawakal ialah perbuatan hati.

Bagaimana menurut Anda? (ski)

BACA JUGA:  Lebaran 2023, HMR Salat Id di Masjid Sultan, Marlin di Engkuputri, Jefridin di Baiturrahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *