INSPIRASI PAGI: Biografi Orang Hebat

WALI KOTA Batam DR Amsakar Achmad, pernah mengingatkan seluruh jajarannya, “Jangan kerja begitu-begitu saja. Tak akan tercatat dalam sejarah. Karena sejarah membutuhkan kinerja orang yang punya lompatan dan terobosan,” tegasnya.

Pada abad ke-19, filsuf dan sejarawan Skotlandia bernama Thomas Carlyle, juga pernah mengingatkan hal senada, “Sejarah dunia tidak lain hanyalah biografi dari orang-orang hebat,” ujarnya. Teori tersebut populer hingga saat ini.

Mengapa narasi seperti ini begitu mendominasi selama berabad-abad? Mengapa sejarah terobsesi dengan “orang hebat”? Jawabannya sederhana: kemudahan naratif.

Sebab, jauh lebih mudah menceritakan sebuah epik melalui kacamata satu tokoh protagonis yang karismatik. Tokoh-tokoh ini diangkat menjadi simbol –sebuah penyederhanaan yang drastis dari zaman mereka.

Selain itu, mengatribusikan sebuah kemenangan besar pada kejeniusan satu pikiran, jauh lebih rapi dan heroik daripada mencoba mengurai benang kusut dari jutaan variabel sosial, ekonomi, kelaparan, dan pergolakan kelas yang sebenarnya terjadi di lapangan.

Padahal, Perubahan sosial berskala
masif tidak pernah terjadi hanya karena satu orang, tapi karena ribuan, bahkan jutaan orang biasa merespons, bergerak dan memutuskan untuk melangkah bersama mengarungi badai tersebut.

Contoh, buku-buku sejarah sangat fasih menceritakan manuver brilian Napoleon di Pertempuran Austerlitz atau Waterloo, daripada kisah ratusan ribu tentara Prancis, para petani, pandai besi, pembuat roti dan pemuda-pemuda desa yang memperjuangkan panji-panji sang Jenderal.

Nama mereka lenyap tertiup angin waktu bak debu. Padahal, merekalah instrumen fisik dan nyata dari sebuah perubahan. Tanpa orang-orang yang tak bernama ini, Napoleon mungkin cuma dikenal sebagai orang pendek bertopi (bicorne hitam) mirip perahu lucu yang tertelungkup.

Bagaimana menurut Anda? (riza)
______
FOTO ilustrasi AI: Wali Kota Batam DR Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.

BIBLIOGRAPHY:
> Neohistoria

Burke, Peter (ed.), New Perspectives on Historical Writing (Cambridge: Polity Press, 2001).

Carlyle, Thomas, On Heroes, Hero-Worship, and The Heroic in History (London: James Fraser, 1841).

Carr, E. H., What is History? (Basingstoke: Palgrave Macmillan, 2001).

Forrest, Alan, Napoleon’s Men: The Soldiers of the Revolution and Empire (London: Hambledon Continuum, 2002).

Hobsbawm, Eric, On History (London: Weidenfeld & Nicolson, 1997).

Thompson, E. P., The Making of the English Working Class (London: Victor Gollancz, 1963).

Zinn, Howard, A People’s History of the United States (New York: Harper & Row, 1980).

BACA JUGA:  Perubahan Sistem Kerja ASN ke Arah Digital Jadi Fokus Rakornas Kepegawaian di Batam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *