SIJANTUNG, KataBatam- Hujan deras, tapi langkah Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) tak surut. Bersama Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj Marlin Agustina, ia menghadiri musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sijantung, Kecamatan Galang, Rabu (25/1/2023).
HMR dan Marlin yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Batam tersebut, ingin bertemu langsung sembari mendengarkan usulan-usulan pembangunan dari masyarakat.
Sebab menurut HMR, melalui musrenbang inilah usulan-usulan pembangunan di lingkungan pemukiman warga dapat diakomodir. Terutama yang menjadi prioritas utama.
“Jadi silakan dibahas bersama lurah dan camat, untuk tingkat kota nanti baru saya yang akan memimpin,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina yang turut hadir dalam musrenbang tersebut memberikan apresiasi atas antusiasme masyarakat yang hadir dalam musrenbang.
“Tahapan Musrenbang ini kita mulai dari RT, RW, Kelurahan, Kecamatan hingga nanti tingkat Kota Batam,” ujarnya.
Menurutnya usulan-usulan masyarakat yang menjadi kewenangan Provinsi Kepri, nantinya juga akan ditindaklanjuti. Sehingga dipastikan juga akan dibahas bersama OPD terkait.
“Mari kita juga terus dukung pembangunan yang saat ini dilakukan oleh pemerintah. Yakin dan percayalah atas komitmen Bapak Wali Kota Batam dan juga Kepala BP Batam,” kata Marlin.
𝗙𝗼𝗸𝘂𝘀 𝗛𝗠𝗥 𝗕𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗕𝗮𝘁𝗮𝗺
Sebelumnya, HMR yang juga Kepala Badan Pengusahaan Batam tersebut menjelaskan, bahwa saat ini Pemko dan BP Batam tengah gencar membangun Batam.
Karena itu sejumlah proyek infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi prioritas utamanya. Tak hanya di pusat Kota Batam saja, juga merambah ke Kecamatan Galang atau wilayah Barelang ini.
“Saya ingin menjadikan Batam kota modern dan madani. Tujuannya tidak lain adalah untuk menyejahterakan semua masyarakat Batam,” kata suami Hj Marlin Agustina ini.
HMR juga menyampaikan kenapa pembangunan infrastruktur seperti jalan, bandara, pelabuhan dan lainnya ini penting untuk dimulai dari sekarang?
Tidak lain adalah supaya ekonomi Batam dapat bergerak tumbuh dengan pesat. Sehingga dapat mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batam. Jika PAD terus meningkat tentu Batam akan dapat benar-benar menjadi kota yang baru.
“Bagi saya tidak ada kata terlambat. Karena itu saat ini kita bangun pondasinya dan kita mulai kita bangun agar ada peningkatan pendapatan,” katanya.(ski)
