Batam Kota Para Perantau

batam kota perantau

Sejak dibuka menjadi kota industri, Batam menjadi tujuan para pencari kerja. Dari seluruh Indonesia, mereka datang mencari pekerjaan, mengadu nasib di Batam.

Para perantau ini, ada yang bertahan satu atau dua tahun. Ada yang kemudian pulang lagi ke kampung halamannya.

Namun, banyak juga yang kemudian bertahan di Batam. Seumur hidup. Menikah, punya anak, punya cucu hingga meninggal dunia di Batam.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri pun mencatat lima besar asal para perantau yang kemudian menetap di Batam (lihat grafis).

GoodStats juga pernah melakukan survei bertajuk “Kota-Kota Pilihan Masyarakat Indonesia” tahun 2022. Untuk urusan kota pilihan untuk bekerja, Batam berada di nomor urut tiga. Yang pertama adalah Jabodetabek 75 persen, Surabaya 43 persen, Batam 40 persen, Balikpapan 32 persen, dan Bandung 27 persen.

BACA JUGA:  Sudah Lebih 4.700 Orang Mendaftar, Batam Bersepeda Siap Pecahkan Rekor Muri

Wali Kota Batam-Kepala BP Batam H Muhammad Rudi pun selalu mengingatkan dan mengajak para perantau ini untuk menganggap Batamlah kampung halaman mereka. Karena itu, mari kita jaga keamanan Batam. Kita jaga dan ikut berkontribusi untuk masa depan anak dan cucu kita. (abh) *

Baca Juga: Pak Rudi dan Kotanya: Buku Ringan tentang HMR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *