Bukan Sekali, 2018 HMR juga Turun ke Jalan Galang Dana untuk Bencana Gempa Lombok

Foto Dokumentasi 2018: Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR), saat turun ke jalan menggalang dana untuk korban bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat, Jumat 31 Agustus 2018, sore.

BATAM, KataBatam- Karakter seseorang tercermin dari cara mereka berperilaku atau bersikap. Begitu juga yang melekat pada Wali Kota Batam/Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR), khususnya saat menyikapi tragedi kemanusiaan.

Seperti diketahui, Selasa (22/11/2022), HMR memimpin jajarannya di dua instansi itu turun langsung ke jalan menggalang donasi untuk korban gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.

Aksi galang dana ini digelar di sejumlah titik persimpangan jalan. Sementara Muhammad Rudi berkesempatan menggalang dana di Simpang Gelael, Batam Center.

Ternyata bukan sekali ini saja HMR turun ke jalan melakukan penggalangan dana solidaritas untuk korban bencana alam.

Aksi serupa juga pernah ia lakukan pada Jumat 31 Agustus 2018, sore. Saat itu orang nomor 1 di Kota Batam tersebut turun ke jalan menggalang dana untuk korban bencana gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Mau ikut nyumbang?” tanya HMR kepada pengguna jalan di Simpang Rosedale Batamcentre.

Mengenakan pakaian kasual dan topi bertuliskan “Wali Kota Batam”, HMR mendatangi satu per satu mobil yang tengah berhenti di lampu merah.

Tanpa perlu mengetuk, pengendara langsung membuka jendela mobil begitu HMR berdiri di sampingnya.

Dengan senyum ramah ia menyapa warganya sambil menjelaskan tentang aksi galang dana yang berlangsung hingga September 2018.

“Ada saudara kita lagi alami musibah bencana. Kalau beban ini kita pikul bersama tentu lebih baik. Ini wujud lima dasar Pancasila itu,” tuturnya, di tengah kegiatan penggalangan dana.

Sama dengan aksi Selasa (22/11/2022) kemarin, HMR saat itu juga tak turun sendiri. Ia membawa jajarannya di Pemerintah Kota Batam untuk turun galang dana masyarakat di empat titik persimpangan.

Yakni Simpang Rosedale atau Simpang BNI Seipanas, Simpang Masjid Agung Batamcentre, Simpang Kabil atau Simpang Kepri Mall, dan Simpang Masjid Baitussyakur Jodoh.

Tak hanya aparatur sipil negara, HMR juga mengajak Karang Taruna, Pramuka, KONI, Taruna Siaga Bencana (Tagana), TKSK, dan pendamping program sosial lainnya.

Kepada tim yang turun ia berpesan dua hal. Pertama, jangan sampai mengganggu jalan atau sebabkan kemacetan. Kedua, jangan memaksa bila warga sudah katakan tidak.

“Ini untuk menggugah hati masyarakat Batam, untuk berpartisipasi. Dari instansi lain kan ada juga yang sudah mengumpulkan. Seperti Kemenag, dan lainnya,” tuturnya.

Seorang filsuf dari Tiongkok, Lao Tzu, pernah berkata, bahwa pikiran akan menjadi kata, kemudian kata menjadi tindakan, tindakan menjadi kebiasaan, kebiasaan menjadi karakter, dan karakter membentuk nasib. (ski)

Exit mobile version