BALOIINDAH, KataBatam- Elektabilitas pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), nomor urut 2, H Muhammad Rudi (HMR) dan H Aunur Rafiq (Rudi- Rafiq), bertengger di posisi puncak mengalahkan pasangan calon lainnya di pilkada Kepri. Selisihnya sudah 8 persen!
Hal ini disampaikan HMR saat silaturahmi dan kampanye dialogis di Kampungdalam, Baloi Indah, Lubukbaja, Batam, Rabu (30/10/2024). Untuk itu ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat Kepri yang tercermin dalam elektabilitasnya.
Namun hal ini bukanlah tanpa risiko. Khususnya bagi HMR sendiri. Tingginya elektabilitas HMR dianggap sebagai ancaman bagi lawan- lawan politiknya. Sehingga kerap mendapat serangan yang menjatuhkan. Seperti fitnah, demagogi hingga kampanye hitam.
Serangan dan penjegalan tersebut bahkan sudah dilakukan jauh sebelum pilkada. Hal ini membuat HMR kesulitan untuk mencalonkan sebagai Gubernur Kepri seperti saat ini.
Meski begitu, dukungan dan kepercayaan masyarakat terhadap HMR tak pernah berkurang. Bahkan terus meningkat setiap hari.
“Sampai sekarang dukungan dan kepercayaan masyarakat kepada saya terus bertambah. Itu bisa dilihat dari banyaknya warga yang menghadiri setiap acara Silaturahmi dan Kampanye pasangan Rudi- Rafiq. Yang lain tak bakal dihadiri sebanyak ini,” terangnya.
Meski demikian, HMR tetap menekankan agar pendukungnya menjaga keberlangsungan pilkada yang aman dan damai, tanpa menjelek- jelekkan dan berbuat curang.
𝗗𝘂𝗸𝘂𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗲𝗻𝘆𝗲𝗺𝗮𝗻𝗴𝗮𝘁
Selanjutnya, HMR mengajak masyarakat untuk mengawal keunggulan tersebut hingga hari pelaksanaan pilkada pada 27 November 2024 mendatang.
“Kalau hasil ini tidak kita jaga, maka akan hilang. Kalau kita jaga dan perjuangkan ini bisa terus bertambah. Kalau kita kompak kita kuat, kalau kita bersatu kita aman, dan kalau kita kompak, kita tak bisa digoyahkan,” ungkap HMR.
Banyaknya dukungan dan tingginya kepercayaan masyarakat bahwa Rudi-Rafiq mampu membangun dan memajukan Kepri, menjadi penyemangat tersendiri bagi HMR.
Karena itu, jika terpilih nanti, ia menjalankan motonya; Saatnya Membangun Kepri untuk Maju, Berjaya dan Merata. Karena baginya, seorang pemimpin (gubernur) harus membuat kesejahteraan bagi seluruh daerah se- Kepri.
“Pembangunan harus merata. Bukan hanya satu daerah saja yang dibangun. Seluruh rakyat Kepri harus dilayani, dan ekonomi harus dibangkitkan,” ujarnya.
Meski demikian, Kota Tanjungpinang tetap harus diprioritaskan agar pantas dan layak sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri. “Ibu Kota Tanjungpinang harus saya benahi agar pantas dan layak sebagi Ibu Kota Provinsi,” katanya. (ski)
Elektabilitas Tinggi Bikin HMR Kerap Dijegal & Difitnah Jauh Sebelum Pilkada Kepri Dimulai
