KEMARAHAN itu laksana sebuah gunung cadas. Besar, berat, kasar. Semakin kita jauhi, akan semakin besar, terus membayangi dan menutup segalanya.
Karena itu, di saat kita sedang marah, dekatilah dengan cara menahan diri dan bersabar. Maka lama-lama akan mengecil.
Hingga saat kita sangat dekat, kita dapat mamakannya. Mata hati kita akan terbuka dan melihat bahwa nafsu amarah itu ternyata hanya sebesar roti. Rasanya pun akan sangat manis.
Benjamin Franklin (1706-1790), negarawan dan ahli fisika dari Amerika Serikat pernah berkata, “Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu.” ***
________
Foto: ilustrasi
