PEPATAH CHINA menyebut, apa yang lepas dari mulut tak akan bisa dikejar kuda tercepat sekalipun.
Hal di atas mengajar agar kita hati-hati berbicara. Sebab membawa konsekuensi dan tanggungjawab besar. Apalagi jika yang disampaikan menyangkut soal etika & moral.
Bicara gampang, yang berat menjaganya. Lihatlah, berapa banyak orang yang diterkam omongannya sendiri akibat tak satunya kata dan perbuatan.
Khotbah soal moral dan keadilan, kenyataannya dia sendiri bejat dan zalim. Mengajarkan orang agar jujur, ternyata dia sendiri “ular”, ingkar dan khianat.
“Guru yang baik tak hanya mengajar fakta, ia mengajar antusiasme, keterbukaan pikiran dan nilai luhur,” jelas Gian-Carlo Rota, ahli matematika dan filsuf Italia-Amerika. ***
_______
Foto: ilustrasi






