I N S I G H T

“THE ILLITERATE of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn,” kata futurist, Alvin Toffler.

Benar. Sebab di abad maju seperti saat ini, sudah jarang kita temui orang buta huruf, membaca dan menulis. Bahkan di perkotaan bisa dikatakan sudah terbebas.

Namun, ada penyakit baru yang juga menyangkut literasi ini. Bahkan lebih berbahaya dari buta huruf. Yakni malas berpikir, atau acuh, dan tak mau belajar dan berpikir ulang.

Akibatnya, informasi yang didapat sering bias bahkan ada disinformasi. Ajaibnya, semua diyakini sebagai sebuah kebenaran. Inilah yang menciptakan sebuah era yang disebut post truth. Tentu bahaya kalau tak segera dilawan.

Paul Joseph Gobbles, ahli propaganda NAZI (Hitler) pernah berkata, “Kebohongan yang disampaikan sekali adalah kebohongan. Tapi. Kebohongan yang diceritakan ribuan kali akan menjadi (diyakini sebagai) kebenaran.” ***

Exit mobile version