PRESENTER sekaligus podcaster Deddy Corbuzier akhirnya muncul kembali di channel YouTube-nya. Selama dua minggu itu, ia mesti beristirahat setelah melewati badai sitokin (cytokine storm) akibat Covid-19. Bahkan hampir meninggal.
Nama ‘sitokin’ berasal dari kata Yunani untuk sel (cyto) dan gerakan (kinos). Sitokin adalah protein yang dilepaskan oleh banyak sel berbeda dalam tubuh, termasuk sistem kekebalan.
Sitokin ini berfungsi untuk mengkoordinasikan respons imun tubuh terhadap infeksi virus dan bakteri. Dalam kondisinya yang normal, sitokin memainkan peran penting dalam respons imun untuk melawan patogen. Ibarat “tentara” yang menjaga kita.
Meski demikian, sitokin dapat menjadi masalah ketika mereka dilepaskan terlalu banyak oleh tubuh. Fenomena pelepasan sitokin dalam jumlah tak terkendali umum dikenal sebagai “badai sitokin” atau cytokine storm.
Ketika badai sitokin terjadi, imun tubuh pada akhirnya tak hanya menyerang sel jaringan yang terinfeksi patogen. Mereka juga menyerang sel jaringan tubuh yang sehat.
Ini seperti kepanikan saat bertempur dan prajurit jadi lupa siapa lawan dan siapa kawan. Ibarat “tentara” yang berperang dengan mata tertutup, ia berkhianat. Seluruh organ di tubuhnya diserang, dibombardir, hingga rusak satu per satu.
Serangan tak terkendali kepada sel jaringan tubuh yang sehat akan menyebabkan peradangan. Tak jarang, peradangan itu akhirnya merusak organ tubuh tempat imun bertempur melawan virus, yakni di paru-paru atau pembuluh darah.
Selain infeksi patogen, badai sitokin dapat terjadi sebagai akibat kondisi autoimun atau setelah perawatan dengan beberapa jenis imunoterapi.
Badai sitokin juga tidak hanya terjadi berkat infeksi Covid-19 virus corona, tetapi juga karena infeksi virus lain seperti influenza, virus SARS dan MERS.
Gejala yang ditimbulkan badai sitokin termasuk demam tinggi, peradangan (kemerahan dan pembengkakan), kelelahan parah dan mual. Kadang-kadang, badai sitokin bisa parah, hingga menyebabkan kegagalan multi-organ dan menyebabkan kematian. ***
Sumber: Kumparan
