I N S I G H T

SEORANG FILSUF Jerman, Arthur Schopenhauer, berkata: “Semua kebenaran di dunia ini harus melewati tiga langkah. Pertama ditertawakan, kedua ditentang dengan kasar, dan ketiga diterima tanpa pembuktian dan alasan.”

Sedangkan filsuf, cendekiawan klasik, dan penyair, yang juga dari Jerman, Friedrich Nietzsche menyebut, “Banyak manusia tak mau mendengarkan kebenaran, karena mereka tak mau ilusinya hancur.”

Dari dua argumen ini muncul pertanyaan, apa iya kebenaran tak perlu pembuktian, cukup diyakini saja? Atau, apakah kebenaran tak perlu pengakuan apalagi kesepakatan?

Misal, apakah langit memang ada di atas kita?
Apakah langit memang biru-biru warnanya?
Apakah langit memang benar-benar adanya?

Jika memang kebenaran tak perlu diuji, lalu apakah bedanya kebenaran dan pembenaran? ***

Exit mobile version