TAK PANTAS rasanya hal yang baik diraih dengan cara-cara tak terpuji. Sebab hal semacam itu tak akan bertahan lama, bahkan membawa malapetaka bagi orang lain, terlebih lagi pelakunya.
Sesaat, mungkin saja cara-cara zalim semacam itu bisa berhasil, si pelaku pun tertawa di atas tahta dari hasil begalnya.
Namun yakinlah, pesta itu akan segera berlalu dan berubah menjadi rasa malu dan jatuh. Bagai mencuci pakaian dengan air najis. Selamanya tak akan suci.
Umar bin Khattab punya nasihat yang baik tentang hal ini:
“Mahkota seseorang adalah akalnya. Derajat seseorang adalah agamanya. Sedangkan kehormatan seseorang adalah budi pekertinya.” ***
