FILSUF YUNANI, Aristoteles menyebut politik berasal dari kata “polis” yang berarti “kota”.
Artinya, ini harus dipahami sebagai tata cara mengelola kota (negara), yang tujuan akhirnya adalah kesejahteraan bersama seluruh warga (polites).
Dalam hal ini, politik akhirnya merupakan seni mengelola kekuasaan dengan konstitusi (politea) demi kepentingan umum.
Maka itu, sungguh sedih rasanya jika politik cenderung diartikan sekadar upaya meraih kekuasaan dengan cara apa pun. Akibatnya, politik disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Akal-akalan dilakukan terang-terangan, kecurangan dihalalkan untuk mencapai tujuan. Tak tahu malu!
Ingatlah, jika kekuasaan jatuh ke tangan orang yang salah, karena diperoleh dengan cara yang salah pula, maka akan muncul penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power), yang pasti akan menimbulkan korban, utamanya rakyat.
Sabda Nabi Muhammad SAW, “Jika suatu urusan diserahkan pada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat kehancurannya.” (HR Bukhari). ***
Foto: ilustrasi/Kompas
