SEMASA hayatnya, Haji Kalla, dipanggil mitra bisnisnya sebagai “Si Lurus”. Dia acap melupakan utang teman-temannya. Akan tetapi kalau berutang, ia segera melunasinya.
Ia juga suka memperhatikan akhlak dan ibadah anak buahnya. Salah satu cirinya, jika anak buahnya kembali dari lapangan atau para sopir angkutan antarkabupaten (usaha angkutan bus Cahaya Bone) kembali ke kantor, ia tidak bertanya berapa penghasilan mereka, tetapi apakah mereka sudah salat.
Ini hanya cerita kecil bagaimana seorang usahawan mengajak anak buahnya untuk beribadah. Ini dipercaya menjadi salah satu kiat untuk membuat karyawan bekerja sepenuh hati dan jujur.
Semangat ini kemudian diturunkan kepada putranya, HM Jusuf Kalla, hingga berhasil mengembangkan usaha, dan menjadi Wakil Presiden (2004-2009, 2014-2019) di Indonesia.
“Kesulitan tunduk pada orang yang berjuang, kesukaran takluk pada orang yang sabar, dan kekuatan mengiringi orang yang ikhlas,” kata Kalla. ***
__________
Foto: Sketsa karya Azril Apriansyah
Sumber: Kompas
Klik juga Kata Batam Konvergensi Media:
𝑊𝑒𝑏𝑠𝑖𝑡𝑒: ℎ𝑡𝑡𝑝𝑠://𝑘𝑎𝑡𝑎𝑏𝑎𝑡𝑎𝑚.𝑐𝑜𝑚/
𝐼𝑛𝑠𝑡𝑎𝑔𝑟𝑎𝑚: ℎ𝑡𝑡𝑝𝑠://𝑤𝑤𝑤.𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑔𝑟𝑎𝑚.𝑐𝑜𝑚/𝑘𝑎𝑡𝑎_𝑏𝑎𝑡𝑎𝑚/
