SEBELUM pertama kali tampil di televisi sebagai motivator, Mario Teguh memanggil teman-temannya. Dia bertanya, apa yang harus dilakukan, “Ajarilah saya,” pintanya.
Masukan pun datang silih berganti. Semua saran ini dia terima dan lakukan. Bahkan setelah menjadi motivator top, Mario Teguh tetap menjaga sifat itu.
Misal, usai acara televisi dia ditemui seorang anak muda yang memberikan masukan. “Kalau bapak dengar saya, maka saya akan membuat pak Mario lebih terkenal,” katanya. Ini pun dia dengar, terima, dan lakukan.
Mario sadar, selalu ada sudut pandang yang tidak dia miliki, justru dimiliki orang lain. Selain itu, bisa saja hal tersebut menjadi jalan Tuhan menggunakan orang lain untuk mengajarinya agar sadar dan lebih maju.
“Jadi, ikhlaslah belajar dari siapapun, terutama jika kita merencanakan ingin mencapai derajat yang lebih tinggi,” sarannya. ***
_________
Foto: ilustrasi
Klik juga Kata Batam Konvergensi Media:
𝑊𝑒𝑏𝑠𝑖𝑡𝑒: ℎ𝑡𝑡𝑝𝑠://𝑘𝑎𝑡𝑎𝑏𝑎𝑡𝑎𝑚.𝑐𝑜𝑚/
𝐼𝑛𝑠𝑡𝑎𝑔𝑟𝑎𝑚: ℎ𝑡𝑡𝑝𝑠://𝑤𝑤𝑤.𝑖𝑛𝑠𝑡𝑎𝑔𝑟𝑎𝑚.𝑐𝑜𝑚/𝑘𝑎𝑡𝑎_𝑏𝑎𝑡𝑎𝑚/
